Pengadilan Banding AS Tolak Kasus El Masri | Fokus | DW | 03.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pengadilan Banding AS Tolak Kasus El Masri

Dinas rahasia CIA menculik dan menyiksanya, begitu gugat Khaled el Masri. Namun upayanya mencari keadilan kembali kandas.

Khaled el Masri belum menyerah

Khaled el Masri belum menyerah

Awal tahun lalu, pengadilan federal awal Amerika Serikat menolak untuk memproses gugatan Khaled el Masri. Ia pun naik banding. Namun sekali lagi tuntutannya ditolak, kali ini oleh pengadilan banding federal di Richmond, Virginia.

Warga Jerman keturunan Lebanon itu dijaring awal 2004 di perbatasan Macedonia ketika dalam perjalanan pulang dari liburan. Bus yang ditumpangi Khaled el Masri diberhentikan. Kemudian ia disuruh turun dan awalnya dibawa ke kantor polisi. Apa yang terjadi dalam bulan-bulan sesudah itu bagai mimpi buruk, karena ia ditangkap oleh dinas rahasia Amerika Serikat yang di seluruh dunia menjalankan perang melawan teror. Demikian keterangan el Masri. Sampai sekarang tidak ada informasi lain yang menafikan keterangan itu. Khaled el Masri menceritakan:

"Di Macedonia saya dilarang menghubungi kedutaan, lembaga lain maupun penerjemah. Selama 23 hari saya di kamar hotel dan tidak boleh mendekati jendela. Kemudian mereka membawa saya ke lapangan udara Skopje. Disitu saya dipukuli dan dibius, kemudian dibawa ke Afghanistan. Berulang kali saya dipukuli dan ditendang. Hal itu berlangsung 5 bulan dan saya betul-betul ketakutan. Kemudian saya melakukan aksi puasa selama 37 hari, tapi kemudian dipaksa makan. Pada suatu hari mereka meninggalkan saya, dilepaskan di dekat sebuah hutan di Albania. Saya tidak tahu, mengapa saya diperlakukan begitu.“

Hal inilah yang mendorong El Masri untuk menggugat mantan kepala CIA, George Tenet, dan maskapai penerbangan yang terlibat pada tahun 2005 dan menuntut ganti rugi sebesar 75 ribu Euro.

Dibandingkan dengan di Eropa dan khususnya di Jerman, kasus ini tidak mendapat perhatian besar dari media Amerika Serikat. Oleh sebab itu, El Masri harus mengadakan jumpa pers dulu ketika November lalu untuk pertama kalinya ia diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat.

Ia bertutur, nama saya Khaled El Masri. Saya ingin mendapatkan keterangan dan permintaraan maaf. Saya sebenarnya hanya menginginkan kembali kehidupan saya sebelumnya dan merasa aman.

Ketika 13 orang jaksa München mencari agen CIA yang menculik Khaled El Masri, pengadilan banding di Richmond menolak untuk membuka proses ini. Tiga orang hakim memutuskan bahwa keamanan Amerika Serikat akan terancam bila rahasia negara harus dipublikasi.

Di Amerika Serikat, El Masri didukung oleh gerakan Hak Azasi Manusia, ACLU. Organisasi ini menyampaikan argumentasi yang berbeda daripada ketiga hakim itu. Kasus itu dibuka selebar mungkin di media, sehingga tidak ada lagi rahasia yang harus ditutup-tutupi. Bahkan pesawat yang membawa El Masri ke Afghanistan diumumkan, yakni pesawat Boeing 737 dengan Nomor N313 P. Organisasi itu menerangkan, keputusan para hakim itu bisa menutup-nutupi kejahatan dan bentuk penyelewengan kekuasan yang paling buruk.

Khaled el Masri belum angkat tangan. Menurut ACLU, sekarang sedang diusahakan apakah ia dapat membawa kasusnya ke mahkamah tertinggi Amerika Serikat.