Pemilu Inggris: Pemilih Mulai Menuju Tempat Pemungutan Suara | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 12.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pemilu Inggris

Pemilu Inggris: Pemilih Mulai Menuju Tempat Pemungutan Suara

Pemilu kali ini digambarkan sebagai pemilu paling penting dalam beberapa dekade. Hasilnya akan dapat menunjukkan apakah Boris Johnson dapat memenuhi janjinya untuk "menyelesaikan Brexit".

Seperti yang mereka pernah lakukan pada 2015 dan 2017, hari ini pemilih di Inggris menuju ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka dalam pemilu paling penting dalam beberapa dekade terakhir.

Perdana Menteri Boris Johnson beserta Partai Konservatifnya berkampanye dengan janji utamanya untuk "menyelesaikan Brexit," sementara saingannya Jeremy Corbyn dari oposisi Partai Buruh mengkampanyekan pelaksanaan referendum kedua untuk menentukan Inggirs akan meninggalkan Uni Eropa.

Baca jugaPemilu Inggris: Johnson dan Corbyn dalam Debat Terakhir

Apa yang perlu diketahui:

  • Voting dimulai pukul 7 pagi (GMT) di tempat pemungutan suara di Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.
  • Perhitungan suara dimulai segera setelah pemungutan suara berakhir pada pukul 10 malam (GMT).
  • Hasil lembaga survei terbaru menempatkan Konservatif Johnson memimpin tipis, 28 kursi setelah Partai Buruh meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
  • Cuaca dapat memengaruhi jumlah partisipasi pemilih, ramalan cuaca memperkirakan hari ini bersuhu dingin, turun hujan dan salju.
  • Partai-partai kecil bisa berakhir memainkan peran utama jika Konservatif dan Buruh gagal menjadi mayoritas dan perlu membentuk aliansi.

Kampanye terakhir

Menjelang pemilihan, Johnson mengajukan permohonan kepada para pemilih melalui pesan video, membujuk mereka untuk "memilih Partai Konservatif untuk negeri, menyelesaikan Brexit, dan memajukan Inggris".

Dalam pemilu terakhirnya, Corbyn memberikan satu "pukulan" terakhir pada Johnson, dengan mengatakan: "Boris Johnson tidak akan membawa perubahan, ia hanya akan memperburuknya... Ini saatnya untuk perubahan nyata bagi banyak orang, bukan sebagian."

Apa masalah yang dipertaruhkan?

Isu Brexit telah menjadi topik utama kampanye, dengan mandeknya rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa dalam pemilu hari ini. Kekhawatiran atas layanan kesehatan nasional Inggris, memerangi perubahan iklim, dan kondisi ekonomi Inggris juga menjadi isu lainnya.

Baca jugaPelaku Penusukan di Jembatan London Pernah Dipenjara Karena Kasus Terorisme

 

rap/gtp (AFP, dpa, Reuters)