Pemilu di Suriah | dunia | DW | 24.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemilu di Suriah

Sekitar 12 juta warga Suriah yang berhak memberikan suara bagi sekitar 10 ribu calon, dalam memperebutkan sekitar 250 kursi parlemen di ibukota Suriah Damaskus.

Pada sebuah pos pemberian suara di Damaskus. Ketua pemilihan Adnan Shaban menjamin bahwa pemilihan parlemen di Suriah berlangsung demokratis dan sesuai peraturan. Pada kenyataannya, hal ini juga dibenarkan para pengamat asing. Terdapat lembaran petunjuk pemilihan dan kartu pemilihan. Adnan Shaban menjelaskan, bagaimana kotak suara yang tranparan pagi hari diambil dari kantor kotapraja dan disegel. Ia menunjukkan tinta biru yang ditandai pada jari setiap pemilih. Tanda ini bertahan dua hari, guna menghindari mereka dapat sekali lagi memberikan suara di pos pemilihan lainnya.

Antrian di pos pemberian suara yang masih dibuka hingga tengah hari tampak tidak terlalu panjang. Ini karena kedua hari pemberian suara di Suriah adalah hari kerja. Selain itu banyak warga Suriah kurang berminat terhadap pemilhan parlemen kali ini. Fatima seorang wartawati dari Damaskus tahu alasannya

O-ton Fatima

“Tidak ada yang baru dalam pemilihan ini. Juga tidak ada wajah baru dari para calon independen. Dan para kandidat dari Front Progresif Nasional sudah otomatis terpilih.”

Partai aliansi yang dipimpin partai pemerintah Baath dari Presiden Basyar el-Assad sesuai peraturan menduduki dua pertiga jatah kursi di parlemen. Sepertiga sisanya diperebutkan sekitar 2000 calon independen tapi yang dekat dengan pemerintah. Kampanye mereka yang hampir tidak menyebutkan tema politiknya pun sudah diserang oleh pers nasional. Hassan Nehlawi, seorang pengusaha biro perjalanan menjadi pengecualian karena ia menyebutkan tema sasaran politiknya

O-ton Nehlawi

“Tema terpenting bagi saya adalah turisme. Kualitas tempat-tempat penggalian dan infrastruktur harus ditingkatkan. Saya membela kehidupan bersama yang damai antar semua agama di Suriah. Dan kami harus lebih memperhatikan perlindungan lingkungan. Itu langkah kecil, tapi hanya dengan begitu orang dapat mencapai hasil yang besar.”

Pengusaha biro perjalanan yang jujur ini hampir tidak memiliki peluang bersaing dengan calon lainnya, jutawan Damaskus. Perebutan kursi di parlemen sudah diputuskan sebelum dimulai. Ini tidak hanya mengecewakan partai oposisi kecil yang terlarang dan menyerukan boykot serta reformasi politik. Tapi juga membuat mayoritas warga Suriah yang tidak terlibat politik menjadi frustrasi. Tapi mereka tetap berharap dan berjuang agar orang-orang baru yang jujur memasuki parlemen di Damaskus.

Iklan