Pemilu Afrika Selatan: ANC Sementara Unggul | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 23.04.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Pemilu Afrika Selatan: ANC Sementara Unggul

ANC akan memenangkan mayoritas suara dalam pemilu, seperti telah diperkirakan. Partai pecahannya gagal membuat terobosan dramatis. Kemenangan ANC akan menjamin Zuma menjadi presiden kulit hitam ke-4 Afrika Selatan.

Desmond Tutu berikan suaranya di Cape Town, Rabu (22/04)

Desmond Tutu berikan suaranya di Cape Town, Rabu (22/04)

Sejauh ini kurang dari sepertiga suara telah dihitung. Hasil awal menunjukkan, Kongres Nasional Afrika, ANC, memimpin jauh di depan. Partai oposisi Aliansi Demokratik di tempat kedua, menyusul di belakangnya COPE, partai pecahan ANC.

Seorang juru bicara ANC mengatakan, partainya tidak mau mendeklarasikan apapun, tetapi hasil penghitungan sementara merupakan indikasi awal dari kemenangan yang menentukan. Hari Kamis ini (23/04), ANC menyerukan kepada para pendukungnya untuk merayakan mandat kuat dari pemilu. Perayaan akan digelar di luar markas ANC di pusat kota Johannesburg. Pemimpin partai Jacob Zuma dijadwalkan hadir dan berpidato

Hasil akhir akan diumumkan paling cepat hari Jumat (24/04), namun hampir tak diragukan, Zuma akan menaiki tampuk tertinggi pemerintahan. Sosok yang populer tapi kontraversial itu akan menjadi prsiden Afrika Selatan, hanya tiga pekan setelah kejaksaan menghentikan penyidikan kasus korupsi berumur 8 tahun yang menodai reputasinya.

Pria 67 tahun itu menggambarkan dirinya sebagai pejuang kaum miskin. Bagi banyak pemilih, reputasi ANC dalam melawan pemerintahan minoritas kulit putih, masih lebih besar daripada kekecewaan atas kegagalan ANC mengatasi kriminalitas, kemiskinan dan AIDS. Bedanya, kini orang tidak membabi buta dalam memilih ANC, kata Desmond Tutu, pemenang nobel perdamaian dan pengkritik Jacob Zuma,

"Pada tahun-tahun pertama kebebasan kami, kebanyakan orang langsung memilih ANC. Sekarang tidak otomatis seperti itu. Orang-orang mengajukan pertanyaan, dan itu bagus. Maksud saya, ya itulah demokrasi," ungkap Tutu.

Hasil awal penghitungan suara juga menunjukkan, Kongres Rakyat (COPE), bentukan para pendukung mantan Presiden Thabo Mbeki yang juga rival Zuma, gagal memecah perolehan suara ANC. Walau tak berhasil membuat terobosan dramatis, COPE yang baru berumur empat bulan mungkin memperoleh cukup suara untuk bertahan sebagai kekuatan di masa depan.

Partai oposisi resmi, Aliansi Demokratik, DA, yang dipimpin politisi kulit Putih Helen Zille, sepertinya mencapai hasil lebih baik dari yang diperkirakan. Tetapi, tidak ada pertanda bahwa DA menancapkan pengaruh lebih besar di kalangan pemilih kulit hitam.

Kubu oposisi menyuntikkan ketidakpastian dalam ukuran tertentu dalam pemilu. Walaupun ANC diramalkan menang mudah untuk ke-4 kalinya, belum jelas apakah partai itu tidak mampu mempertahankan mayoritas dua pertiga di parlemen, yang memungkinkan partai itu mengubah konstitusi. Mayoritas 2/3 memberi ANC kekuasaan untuk mengubah konstitusi.

Afrika Selatan melangsungkan pemilihan legislatif Rabu (22/04) kemarin (22/04), yang disebut paling menantang sejak pemilu multirasial pertama di negeri itu tahun 1994. Pemungutan suara seharusnya berakhir pukul 21 waktu setempat. Namun jumlah pemilih yang membludak, dan tetap mengantri dengan sabar, menyebabkan TPS dibuka hingga jauh malam.

RP/afp/ap/dpa/rtr

Editor: Yuniman Farid