1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Coronavirus | Bayern | Teststation Eurofins Rastanlage A3
Foto: picture-alliance/dpa/S. Hoppe

Jerman Ingin Batasi Tes Covid-19 Untuk Jaga Kapasitas

25 Agustus 2020

Sejak tes Covid-19 di Jerman diberlakukan secara umum dan gratis, setiap minggu dilakukan sekitar 850.000 tes. Agar lembaga kesehatan tidak kewalahan, Kementerian Kesehatan sekarang ingin membatasi tes gratis.

https://www.dw.com/id/pemerintah-jerman-ingin-batasi-tes-covid-19-untuk-cegah-kehabisan-kapasitas/a-54691052

Sejak tes Covid-19 di Jerman diberlakukan secara umum dan gratis, setiap minggu dilakukan sekitar 850.000 tes. Agar lembaga kesehatan tidak kewalahan, Kementerian Kesehatan sekarang ingin membatasi tes gratis.

Mereka yang kembali ke Jerman dari liburan di luar negeri, tidak perlu lagi dites secara umum dan gratis, kata Menteri Kesehatan Jens Spahn hari Senin (24/8). Saat ini, Jerman mewajibkan tes Covid-19 gratis kepada mereka yang kembali dari liburan di kawasan risiko.

Namun kapasitas kesehatan di Jerman dikhawatirkan bisa terbebani secara berlebihan, jika tes terus diterapkan secara luas. Menteri Kesehatan Jens Spahn sekarang mengusulkan, mereka yang kembali dari berlibur di kawasan risiko, tidak perlu langsung dites Covid-19, jika tidak menunjukkan gejala.

Beberapa negara bagian sudah mendesak perubahan itu dan mengeluhkan bahwa lembaga kesehatan dan laboratoriumnya sekarang harus bekerja keras untuk menangani sekitar 850.000 tes per minggu. Kapasitas tes Covid-19 di Jerman diperkirakan akan mencapai batas maksimalnya jika tes mencapai 1,2 juta per minggu.

Dua pelancong yang pulang dari luar negeri melakukan tes Covid-19 di bandara Köln/Bonn, Jerman
Tes Covid-19 untuk pelancong yang pulang dari luar negeri di bandara Köln/Bonn, JermanFoto: picture-alliance/Geisler-Fotopress

Karantina dulu selama beberapa waktu

Menurut rancangan baru yang diusulkan Kementerian Kesehatan, mereka yang kembali dari berlibur di kawasan risiko, jika tidak menunjukkan gejala penyakit, akan diinstruksikan untuk melakukan karantina rumah sedikitnya selama lima hari. Setelah itu, mereka bisa dites Covid-19, dan jika hasilnya negatif, mereka tidak perlu melakukan karantina lagi.

Namun rancangan itu masih harus disepakati para menteri kesehatan negara bagian. Menurut rencana, Kanselir Jerman Angela Merkel akan melakukan pertemuan virtual dengan para menteri kesehatan negara bagian hari Kamis mendatang (27/8) untuk membahas kebijakan corona selanjutnya.

Sampai Senin (24/8), Jerman telah melaporkan lonjakan kasus COVID-19 baru. Selama akhir pekan, ada lebih dari 2.000 kasus infeksi baru dalam periode 24 jam - angka tertinggi sejak akhir April. Sebagian besar kasus baru disebabkan oleh pelancong yang kembali dari liburan di luar negeri.

Hampir mencapai batas kapasitas

Angka tes Covid-19 di Jerman melonjak tajam sejak pemerintah bulan Juli lalu memperkenalkan tes sukarela gratis kepada pelancong yang kembali dari daerah berisiko tinggi. Pada 8 Agustus, tes sukarela diubah menjadi tes wajib.

"Jika kami beroperasi dengan kecepatan penuh seperti beberapa minggu terkahir, kami akan mengalami masalah personel dan pasokan," kata juru bicara Kementerian Kesehatan.

Ketua Konferensi Menteri Kesehatan Negara Bagian, Dilek Kalayci, mengatakan bahwa tes wajib bagi para pendatang telah menghabiskan kapasitas tes Covid-19 di negara bagiannya.

Terlepas dari beban yang ditimbulkan pada lembaga kesehatan dan laboratorium, mayoritas penduduk Jerman tampaknya mendukung kebijakan tes wajib. Menurut survei terbaru Deutschlandtrend yang dilaksanakan untuk stasiun siaran publik ARD, 93% populasi di Jerman menganggap tindakan tersebut memang wajar diterapkan untuk meredam pandemi corona.

hp/rzn (dpa, afp