Partisipasi WNI pada Pemilu Serentak di Jerman Meningkat Pesat | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 15.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pemilu 2019

Partisipasi WNI pada Pemilu Serentak di Jerman Meningkat Pesat

Di Berlin, tingkat partisipasi pemilih mencapai lebih dari 90 persen. PPLN Frankfurt bahkan sampai berikan dua hari waktu tambahan untuk mencoblos langsung di KJRI Frankfurt.

Jumlah partisipasi WNI di Jerman pada Pemilu Serentak tahun 2019 yang dilangsungkan Sabtu (13/04), meningkat pesat.

Di Berlin, jumlah pemilih di TPS mencapai 1.257 orang atau sebesar 93,7 persen dari total angka pemilih di Tempat Pemungutan Suara.

“Jumlah 1.257 tersebut termasuk di dalamnya pemilih yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan (Daftar Pemilih Khusus DPK), yakni mereka yang baru tercatat pada saat hari pemilihan,” ujar Roni Soesman, ketua PPLN Berlin dalam keterangan pers yang diterima DW, Minggu (14/04). 

Penghitungan partisipasi warga dilakukan usai pemilihan yang berakhir pada pukul 19:10 waktu setempat. Penghitungan ini dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri Berlin bersama Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) TPS dan dihadiri para saksi independen.

Hasil ini meningkat pesat bila dibandingkan dengan partisipasi pemilu tingkat nasional pada tiga pemilu terakhir yaitu tahun 2014 sebesar 70,99%, 2009 sebesar 71.77%, dan 2004 sebesar 76.60%.  

Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno mengatakan bersyukur bahwa warga di Berlin secara sadar bersemangat untuk datang ke TPS.

Indonesische Wahl in Berlin (KBRI Berlin)

Antusiasme tinggi WNI di Berlin untuk ikut pemilu.

"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hampir semua WNI dapat terlayani dengan baik. Saya memang mendapat laporan, ada wisatawan Indonesia yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena mereka tidak membawa formulir A5. Prinsipnya PPLN melayani dan menampung semua aspirasi mereka yang hadir sesuai dengan aturan hukum yang ada,” ujar Havas.

Waktu pencoblosan tambahan di Frankfurt

Guna mengantisipasi tingginya antusiasme warga untuk memberikan suara mereka di wilayah PPLN Frankfurt, pihak PPLN memberi waktu tambahan untuk mencoblos langsung yaitu pada Senin (15/04) dan Selasa (16/04) pukul 14:00 hingga 18:00 waktu setempat.

Tempat pencoblosan akan dilakukan di KJRI Frankfurt dan warga diharapkan datang membawa paspor agar bisa diperbolehkan memilih.

Informasi ini dibenarkan oleh Ketua PPLN Frankfurt Juanita Nababan melalui pesan singkat yang diterima DW. 

Warga yang berhak datang dan mencoblos adalah para pemilih lewat pos yang berada di wilayah kerja PPLN Frankfurt namun hingga Senin belum menerima surat suara. 

PPLN Frankfurt menerima ratusan surat suara yang dikembalikan oleh pihak penyedia jasa pengiriman dengan alasan "surat tidak bisa terkirim." 

Suasana menjelang penutupan di TPS di Frankfurt pada waktu pemilihan, Sabtu sore (13/04), sempat memanas karena banyaknya calon pemilih yang belum mendapatkan surat suara.

Deutschland Frankfurt Indonesische Wahl im Haus am Dom (DW/G. Anggasta)

Seorang pemilih di PPLN Frankfurt melengkapi formulir, Sabtu (13/04).

Wilayah kerja memang terbilang luas, meliputi enam negara bagian yaitu Baden-Württemberg, Bayern, Hessen, Nordrhein-Westfalen, Rheinland-Pfalz dan Saarland.

Sebelumnya Juanita mengatakan PPLN Frankfurt mengirim sekitar 8900 surat suara melalui sebuah jasa pengiriman. Sedangkan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT yang memilih di TPS sebanyak 485 orang dan 18 daftar pemilih tambahan.

Partisipasi tinggi di Hamburg

Antusiasme tinggi warga juga bisa dilihat di PPLN Hamburg. Total pemilih yang hadir di TPS berjumlah 540 orang dari 1035 total yg tercantum di Daftar Pemilih Tetap. Terdapat di dalamnya 120 Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang terlayani 100%.

"Ini berarti 52% dari jumlah DPT," ujar Ketua PPLN Hamburg Ersalina Soetijono kepada DW. "Sesuai dengan ekspektasi karena beberapa diantaranya berlokasi di luar kota yang harus menempuh perjalanan 3-4 jam. Luar biasa antusiasme pemilih kali ini."

Untuk mengantisipasi besarnya minat pemilih, pada hari pencoblosan langsung pihak PPLN harus memperpanjang waktu pencoblosan bagi pemilih yang terdaftar di DPK. Pendaftaran untuk DPK dimulai pukul 17:00 waktu setempat dan sedianya ditutup pukul 18:00.

Namun karena banyaknya pemilih, pencoblosan pun dilakukan hingga pukul 19:40.

"Banyak mahasiswa yang baru datang dari Hannover dengan semangat menunjukkan bukti domisili mereka, juga ada sekitar 40 orang awak kapal pesiar yang sedang singgah di Hamburg juga semangat ingin menggunakan hak pilihnya," kata Ersalina. (ae, kbri berlin/vlz) 

Laporan Pilihan