Pakar UGM Perkirakan 80 Persen Populasi RI Sudah Kena Varian Delta | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 23.11.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Pakar UGM Perkirakan 80 Persen Populasi RI Sudah Kena Varian Delta

Terjadi tren penurunan kasus positif COVID-19 di Indonesia yang juga beriringan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang sudah vaksin. Pakar mengaitkannya dengan kemungkinan 80 persen warga sudah terinfeksi varian Delta.

Pakar epidemiologi asal Universitas Gajah Madah (UGM), Citra Indriani, menilai bahwa penurunan kasus positif juga diakibatkan oleh sudah banyaknya penduduk yang terinfeksi virus Corona, terutama varian Delta.

1. 80 persen sudah kena varian delta

Kemungkinan besar sekitar 80 persen penduduk Indonesia sudah terkena varian Delta. Akibatnya, saat ini kemungkinan telah terbentuk imunitas kelompok atau herd immunity secara alamiah.

"Infeksi COVID lebih dari 50 persen adalah asimtomatis, mungkin 80% penduduk kita telah terinfeksi (varian) Delta," ujar Citra, Sabtu (20/11).

2. Masih berisiko gelombang 3

Salah satu upaya mencegah risiko gelombang 3 COVID-19 adalah dengan membentuk imunitas kelompok baik secara alamiah terinfeksi maupun dengan upaya vaksinasi.

Namun, jika hanya mengandalkan imunitas alamiah, gelombang 3 berisiko saja terjadi terutama jika muncul varian baru lainnya.

"Kalau sudah terinfeksi sedemikian banyak apakah sudah memiliki imunitas kelompok dan tidak ada ancaman gelombang ketiga? Sebagian besar infeksi natural membentuk antibodi yang spesifik untuk virus atau strain virus yang menginfeksi, tidak untuk strain yang lain. Sehingga imunitas alamiah yang terbentuk saat ini mungkin tidak bisa kita andalkan apabila kita kedatangan strain yang baru," kata Citra, Sabtu (20/11).

Sedangkan untuk status vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah menyentuh di angka 280 juta sudah divaksinasi dan 88 juta diantaranya sudah mendapat vaksin lengkap.

"Harapannya tentu pada percepatan vaksinasi. Kalaupun gelombang 3 terjadi, sistem kesehatan kita tidak lagi menghadapi kasus-kasus berat yang jumlahnya ribuan setiap harinya," imbuhnya. 

3. Setuju PPKM level 3

Citra menilai bahwa kebijakan penerapan PPKM level 3 saat menjelang Natal dan tahun baru dianggap keputusan yang tepat.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk pengendalian agar tidak terjadi penularan secara masif. Ditambah lagi saat ini subvarian Delta AY.4.2 sedang menyerang banyak negara dan memicu gelombang baru.

"Sehingga yang diperlukan saat ini adalah mengubah mindset dan menerima bahwa kita akan hidup berdampingan dengan pembatasan mobilitas ini, naik level turun level PPKM harus dijalani, dan beradaptasi dengan situasi ini karena tidak ada kepastian untuk menjawab sampai kapan," pungkas dia. (Ed: pkp/rap)

 

Baca selengkapnya di: detiknews

Pakar UGM Perkirakan 80 Persen Populasi RI Sudah Kena Varian Delta

Laporan Pilihan