Pakar Mikrobiologi Sebut Iklim Tropis Indonesia Buat Virus Corona Inaktif | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 30.01.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Virus Corona

Pakar Mikrobiologi Sebut Iklim Tropis Indonesia Buat Virus Corona Inaktif

Hingga saat ini Indonesia masih steril dari wabah virus corona. Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebut iklim tropis membuat virus corona menjadi inaktif.

Sampai saat ini Indonesia masih bersih dari infeksi virus corona (2019-nCoV). Sebagian orang mengatakan virus corona tidak akan tahan di lingkungan yang panas.

Diketahui menurut data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) suhu rata-rata di Indonesia paling tinggi adalah 35-37 derajat celcius.

Ahli mikrobiologi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. R. Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD pun membenarkan bahwa virus akan mudah mati bila terkena panas.

"Pengaruh iklim tropis, karena sinar matahari itu membantu juga kita untuk inaktifkan virus," kata dr. Fera, pada Kamis (30/01).

Menurutnya dalam pengalaman wabah virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) terdahulu, masyarakat Indonesia juga tidak ada yang sampai terinfeksi.

"Berdasarkan yang sudah diteliti, sinar matahari itu mampu meinaktifkan virus," ucap dr. Fera.

"Jadi kalau virusnya yang terpercik (batuk atau bersin) itu terkena sinar matahari, dia bisa inaktif. Tidak akan menginfeksi manusia, tapi tetap pola hidup sehatnya harus bagus," pungkasnya.

Baca jugaBerpacu dengan Waktu, Upaya Temukan Vaksin Virus Corona

Tingkatkan pola hidup sehat

Wabah virus corona 2019-nCoV memang sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk ke negara tetangga Singapura dan Malaysia. Selain Indonesia, Filipina sampai saat ini juga masih 'steril' dari virus tersebut. Belum ada kasus yang terkonfirmasi positif sejauh ini.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr. Bambang Wibowo, SpOG(K), berpendapat hal ini juga dipengaruhi pola hidup sehat serta doa.

"Makanya kita doa itu penting, menjaga perilaku hidup sehat, kemudian doa lagi. Kalau ada apa-apa segera periksa, dan jangan percaya sama informasi yang tidak benar," ucap dr. Bambang.

Baca jugaInilah Negara Asing Yang Mengevakuasi Warganya dari Wuhan 

Wakil Ketua DPR Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena juga mengakui penanganan dan pencegahan virus corona di Indonesia sudah jauh lebih baik dari wabah penyakit sebelumnya.

"Di semua titik masuk negeri ini, itu dalam pengendalian Kemenkes dan pihak yang terkait. Keluar masuk Wuhan pun sudah dikontrol," katanya.

"Dukungan dari pihak TNI juga sudah sangat membantu. Saya kira ini penanganannya kali ini jauh lebih baik dari SARS dan sebagainya," lanjutnya. (Ed: pkp/) 

 

Baca selengkapnya di: DetikNews

Pakar Mikrobiologi Sebut Iklim Tropis Indonesia Bikin Virus Corona Inaktif

Hebatnya Indonesia, Masih Bebas Virus Corona Meski Banyak Negara Sudah Kena