1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa meski tahun 2022 akan membawa tantangannya sendiri, ia yakin masyarakat akan mampu mengatasinya dengan bekerja sama
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa meski tahun 2022 akan membawa tantangannya sendiri, ia yakin masyarakat akan mampu mengatasinya dengan bekerja samaFoto: Kay Nietfeld/dpa/picture alliance

Olaf Scholz Sebut Persatuan Jadi Kunci Menghadapi Perubahan

Rebecca Staudenmaier
31 Desember 2021

Dalam pidato Tahun Baru, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyoroti tantangan yang ditimbulkan akibat bencana banjir dan pandemi COVID-19 di Jerman selama tahun 2021. "Persatuan" negara jadi kunci menghadapi perubahan.

https://www.dw.com/id/olaf-scholz-sebut-persatuan-jadi-kunci-menghadapi-perubahan/a-60300835

Dalam pidato Tahun Baru pertamanya, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa mengendalikan pandemi virus corona "akan menjadi tugas terbesar di tahun baru."

Pidatonya disiarkan secara langsung pada Jumat (31/12) malam waktu setempat, tetapi sudah dirilis secara tertulis sebelumnya. Scholz mencatat banyak tantangan yang berkembang yang dihadapi Jerman dan seluruh dunia.

"Kita berada di awal dekade baru. Kita memasuki era baru - era yang lebih baik jika kita secara aktif bekerja untuk membentuknya. Karena itu membuat perbedaan bahwa kita dengan tegas menentukan nasib kita sendiri," kata Scholz.

Dia menutup pidatonya dengan seruan: "Harapan terbesar saya untuk tahun 2022 adalah kita tetap bersatu."

Pandemi melonjak, perubahan iklim menimbulkan risiko yang terus meningkat, ratusan nyawa hilang dalam banjir besar yang melanda Jerman barat dan selatan pada musim panas ini, serta ketegangan di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina menyebabkan kekhawatiran global saat dunia menuju ke tahun yang baru.

Namun, Scholz mengatakan meski dibayangi masa-masa sulit 12 bulan terakhir ini, Jerman akan dapat mengatasi tantangan dengan bekerja sama bahkan di saat-saat terkelam.

"Beberapa orang mengeluh saat ini bahwa masyarakat kita 'terpecah-pecah.' Saya ingin menyatakan dengan jelas di sini, yang terjadi adalah kebalikannya. Negara kita berdiri bersama," katanya.

Bertekad mengantisipasi COVID-19 dengan cepat

Pandemi virus corona adalah tema yang terus-menerus dibahas dalam pidato Scholz. Ia mengatakan Jerman dan seluruh dunia harus bersiap untuk memasuki tahun baru di tengah lonjakan memecahkan rekor dalam kasus COVID-19.

"Jelas bagi kita semua bahwa pandemi belum berakhir," kata Scholz. Ia menekankan varian Omicron telah membuat situasi menjadi sangat sulit.

"Banyak yang bertanya, apa artinya sekarang bagi kita. Bagaimana keadaan akan berlanjut. Saya berjanji kepada Anda bahwa kami bertekad akan bergerak dengan cepat."

Dia berterima kasih kepada masyarakat Jerman karena mematuhi protokol virus corona dan mendorong orang-orang untuk divaksinasi atau mencari suntikan booster. Scholz juga mengatakan pemerintah Jerman berencana untuk mengeluarkan 30 juta dosis vaksin tambahan pada bulan Januari 2022.

"Sekarang semua tergantung pada kecepatan kita. Kita harus lebih cepat dari virus."

Transformasi ekonomi untuk mengatasi perubahan iklim

Memerangi perubahan iklim juga akan menjadi prioritas bagi pemerintah Jerman di tahun baru, menurut Scholz.

"Dalam waktu kurang dari 25 tahun, Jerman harus ramah terhadap iklim. Untuk mencapai ini, kami akan membawa transformasi terbesar ekonomi kami dalam lebih dari 100 tahun."

Dalam jangka waktu ini, Jerman akan berusaha untuk lepas dari ketergantungan batu bara, minyak dan gas untuk mengurangi emisi - serta meningkatkan sumber energi dan infrastruktur terbarukan.

Pemerintah koalisi tiga partai baru Scholz juga akan memprioritaskan kenaikan upah minimum Jerman pada 2022 menjadi €12 (sekitar Rp200 ribu) per jam, naik dari tarif saat ini sebesar €9,60 (sekitar Rp160 ribu) per jam.

Melihat lebih jauh, Scholz mengatakan bahwa Jerman dan Uni Eropa (UE) akan bekerja sama untuk mengatasi meningkatnya tantangan kebijakan luar negeri yang dihadapi dunia.

"Kerja sama internasional itu penting. Di dunia yang akan segera memiliki 10 miliar penduduk, suara kita hanya akan terdengar jika kita berbicara bersama-sama dengan banyak orang lain," kata kanselir.

Ketika Jerman mengambil alih kepresidenan bergilir G7 mulai 1 Januari, Scholz akan memprioritaskan menjadikan kelompok itu "pelopor ekonomi ramah iklim dan dunia yang adil."

Akhir dari sebuah era dan awal yang baru

Bagi Jerman, ini adalah pertama kalinya dalam 16 tahun muncul wajah politik lain di layar televisi pada malam Tahun Baru. Mantan Kanselir Angela Merkel menyampaikan pidato tahunan ini dari tahun 2005 hingga 2020.

"Hari ini, satu tahun yang membawa banyak perubahan akan berakhir. (Termasuk) satu perubahan kecil - malam ini saya akan memberikan pidato Tahun Baru sebagai kanselir."

Dia pun berterima kasih kepada Merkel atas transisi kekuasaan yang mulus dan "bersahabat", dengan mengatakan itu menunjukkan "kekuatan masyarakat kita."

Meskipun tahun lalu ada kesulitan dan perubahan yang bergejolak, Kanselir Jerman yang baru ini meyakinkan ada harapan dan semangat untuk saling membantu di masyarakat.

"Kita akan mampu menguasai perubahan besar di zaman kita jika kita bekerja bersama dan satu sama lain - jika kita tetap bersatu sebagai sebuah komunitas."

Ed: bh/rap