1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

H+2 Lebaran Objek Wisata Padat

Detik News
15 Mei 2021

Pada H+2 Lebaran beberapa objek wisata mengalami lonjakan pengunjung. Pemerintah di sisi lain mengklaim larangan mudik kurangi 10% mobilitas warga.

https://p.dw.com/p/3tQfc
Indonesien Reisebus in Jakarta
Gambar ilustrasi mudikFoto: picture-alliance/NurPhoto/R. Hamiid

Jalur alternatif menuju Pantai Anyer dari arah Mancak macet total sekitar 10 kilometer. Kendaraan roda dua maupun roda empat antre mengular. Tak sedikit wisatawan yang menyerah dan putar arah.

Pantauan detikcom di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang pukul 13.00 WIB, kemacetan terjadi sejak dari pertigaan Angsana dari arah Gunung Sari. Kemacetan terus mengular melewati Polsek Mancak hingga ke Pasar Mancak.

Kendaraan didominasi oleh roda empat berplat A atau dari Serang dan sekitarnya. Ada beberapa kendaraan termasuk dari wilayah Jabodetabek berplat B. Wisatawan bahkan menggunakan mobil pick-up untuk mengangkut warga yang akan ke pantai.

Wisatawan yang akan menuju Anyer bernama Samsuri mengatakan jalur ke Anyer dari jalur alternatif bahkan macet sejak dari Pal Lima ke arah Ciomas-Padarincang hingga Cinangka.

Ia lantas putar arah ke jalur alternatif menuju Mancak agar bisa menembus hingga pantai. Namun, jalur alternatif ini pun ia terjebak tumpukan kendaraa dan kesukitam menuju pantai.

"Yang lewat Ciomas juga macet total, makanya saya lewat alternatif ini macet juga," kata Samsuri kepada detikcom, Serang, Sabtu (15/05).

Antisipasi membludaknya pengunjung?

Taman Margasatwa Ragunan mulai beroperasi sejak H+1 Lebaran. Pada hari kedua, ada 8.600 pengunjung yang menyerbu Ragunan pagi ini.

"Tadi per pukul 9.30 WIB, ini di angka 8.600. Jadi tetap kita akan close di angka yang sudah mendaftarkan online," kata Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyati saat ditemui di lokasi, Sabtu (15/05).

Endah mengatakan, untuk registrasi tiket masuk Ragunan secara online, sudah terdaftar sebanyak 27.502 orang. Namun pihaknya akan menutup secara langsung jika pengunjung sudah melebihi jumlah pendaftar.

"Untuk hari ini pendaftaran online kita sudah di angka 27.502 pengunjung. Jadi nanti kami akan tetap melakukan pembatasan di angka tersebut karena memang sudah ketentuan terkait pendaftaran untuk berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan," kata Endah.

Terkait kepadatan di pintu masuk, Endah menyebut pihaknya sebelumnya sudah mengantisipasi hal tersebut. Pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai terkait guna mengurai kemacetan.

Mobilitas warga turun 10%

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan adanya larangan mudik memang berdampak mengurangi mobilitas masyarakat. Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan Kemenhub, larangan mudik dapat mengurangi tingkat keinginan mudik masyarakat dari 33 persen turun menjadi 7 persen.

"Jika ditanya mitigasi dan antisipasi kita bisa lihat dari survei bahwakecenderungan masyarakat itu kalau dibiarkan (mudik) maka 33 persen mereka akan mudik. Kalau akan dilarang (mudik), turun menjadi 11 persen. Pada saat pelarangan (mudik) dan kampanye sudah dilakukan, turun lagi jadi 7 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut Budi menyampaikan larangan mudik juga mengurangi mobilitas masyarakat hingga 10 persen baik di sektor udara, laut, maupun kereta api. Ke depan, Budi mengungkapkan pihaknya juga akan terus melakukan survei dan koordinasi terkait pergerakan masyarakat selama mudik hingga pasca mudik.

"Tapi akumulasi dari pergerakan ini kurang lebih 55 persen dari hari pra (mudik) sampai peniadaan (mudik). Oleh karena itu, kami secara konsisten akan melakukan survei bagaimana pergerakannya dan secara efektif kami melakukan testing antigen," ungkapnya. (yp/ts)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Jalur Alternatif ke Pantai Anyer dari Serang Macet 10 Km

H+2 Lebaran, Per Pukul 09.30 WIB Ragunan Diserbu 8.600 Pengunjung

Larangan Mudik Diklaim Efektif Kurangi Mobilitas Warga hingga 10%