Pakar Kuliner UGM: Nasi Goreng Indonesia Istimewa karena Beraneka Ragam | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 17.08.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wawancara

Pakar Kuliner UGM: Nasi Goreng Indonesia Istimewa karena Beraneka Ragam

Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain juga punya jenis nasi gorengnya sendiri. Namun, yang membuat nasi goreng Indonesia menjadi istimewa adalah karena jenisnya yang beraneka ragam, kata pakar kuliner nusantara UGM.

Nasi goreng bukan hanya sekadar jadi salah satu kuliner unggulan nusantara yang disukai oleh banyak kalangan, tetapi ada banyak fakta unik yang membuatnya semakin istimewa.

Siapa yang menyangka, ternyata ada 104 jenis nasi goreng yang ditemukan tersebar di seluruh Indonesia. Semuanya berbeda karena memiliki bumbu-bumbu khas yang mencirikan daerahnya.

Nasi goreng sejatinya pertama kali ditemukan di Cina, tetapi mengapa di mata dunia nasi goreng justru dikenal berasal dari Indonesia? DW mewawancarai pakar kuliner nusantara dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc. terkait hal ini.

DW Indonesia: Benarkah ada 104 jenis nasi goreng di Indonesia?

Dr. Dwi Larasatie: Iya betul. Kebetulan tahun lalu kita baru saja menerbitkan buku mengenai nasi goreng. Di sana kita meneliti banyak hal tentang nasi goreng dan kita mencoba merangkum dari seluruh sumber buku masakan, kita punya database kuliner Indonesia dan di situ kita menemukan ada 104 jenis nasi goreng Indonesia. Jadi di Indonesia sendiri itu ada 104 jenis nasi gorengnya. Belum yang dari luar negeri, tapi kami tidak membahas itu di buku kami.

Kita membagi daerah kuliner Indonesia itu menjadi 34 daerah, tapi bukan provinsi ya, karena ada satu provinsi yang misalnya dia punya dua warna kuliner sehingga kita membaginya menjadi dua daerah.

Nah, dari 34 daerah kuliner di Indonesia, ternyata tidak semua daerah memiliki jenis nasi goreng, tapi hanya 17 daerah saja yang memiliki nasi goreng orisinalnya.

Dr. Dwi Larasatie - Pakar Kuliner Nusantara UGM

Dr. Dwi Larasatie - Pakar Kuliner Nusantara UGM

Pembedanya apa dari ratusan nasi goreng ini?

Dari 104 jenis nasi goreng itu, kita kelompokkan menjadi tiga. Nasi goreng yang dapat diketahui asal-usulnya (36 jenis), kemudian nasi goreng pengembangan karena tidak dapat ditelusuri daerah asalnya (59 jenis), dan ada 9 jenis nasi goreng yang bahan dasarnya tidak hanya nasi, jadi campuran seperti nasi dengan mi, nasi dengan jewawut, nasi dengan jagung, dan sebagainya.

Nasi goreng ini berkembang sampai ratusan jenis. Apakah yang orisinalnya bisa ditelusuri?

Jadi dari 36 jenis nasi goreng yang dapat diketahui asal usulnya itu tentu saja beda-beda ya. Jadi perbedaannya itu biasanya terletak pada bumbu dan rasionya. Jadi setiap daerah itu ternyata punya bumbu-bumbu khas yang mencirikan daerahnya.

Ada jenis orisinal yang jadi patokan tidak?

Jadi sebenarnya kalau ditelusuri asal-usulnya nasi goreng, itu sebenarnya pengaruh dari Cina. Jadi teknik memasak seperti itu kan sebenarnya teknik memasak dari Cina. Dan memang nasi goreng itu ditemukan dokumentasinya itu dari Cina, berasal dari Kota Yangzhou, Jiangsu Timur. Dokumentasinya ditemukan sekitar tahun 589 M.

Kemudian dia bisa sampai ke Indonesia tentu saja karena ada pedagang Tionghoa yang singgah di Indonesia. Dulu awalnya itu dia singgah di Sriwijaya. Sekitar abad 10, dia singgah di Sriwijaya kemudian menyebar ke Indonesia dan berkembang sesuai dengan bumbu-bumbu daerahnya masing-masing. Makanya nasi goreng Indonesia jadi beragam sekali.

Terus kalau misalnya ditanyakan, sebenarnya nasi goreng Indonesia itu yang seperti apa? Nasi goreng Indonesia itu yang beraneka ragam. Kita tidak pernah bisa menentukan satu tipe spesifik nasi goreng, karena justru kekayaan Indonesia itu terletak pada keberagamannya. Jadi itu yang harus kita unggulkan, itu yang harus kita banggakan. Ketika kita ditanya, apa sih makanan khas Indonesia? [Jawabannya] keberagaman. Karena memang dari Aceh sampai Merauke, kita benar-benar sangat beragam. Jadi saya tidak akan pernah menyebut satu jenis masakan Indonesia atau satu jenis nasi goreng Indonesia yang ini Indonesia sekali. Tidak. Karena Indonesia itu beragam, dan di situlah kekuatan kita. Dan yang ingin saya tonjolkan justru di situnya.

Mengapa nasi goreng ini dikorelasikan dengan makanan khas Indonesia padahal awalnya ditemukan di Cina?

Kok bisa ya dia itu makanan dari Cina aslinya, tapi kok dikenalnya di dunia itu justru dari Indonesia? Kenapa bisa begitu? Jawabannya karena nasi goreng itu merupakan bagian dari "rijsttafel”. Rijsttafel itu adalah budaya makan Hindia-Belanda yang menampilkan budaya makan mewah.

Kalau kita kan makan di Indonesia lesehan bareng-bareng, tapi kalau rijsttafel itu makanan disusun di meja makan dengan rapi, kemudian dengan piranti-piranti yang bagus. Nah, rijsttafel itu menjadi suatu tata saji makanan Indonesia yang mewah ketika jamannya dan itu dibanggakan oleh orang-orang Belanda. Dan karena nasi goreng adalah bagian dari rijsttafel, itu dibawa oleh orang-orang Belanda yang pernah di Indonesia ke tempat asalnya kemudian tenarlah di sana. Begitu ceritanya kenapa nasi goreng terkenalnya dari Indonesia.

Ada fakta menarik lain yang banyak orang belum tahu tentang nasi goreng?

Buat saya nasi goreng itu adalah sebuah ide brilian untuk memanfaatkan leftovers (makanan sisa). Jadi kita memang dari dulu budayanya adalah kita pantang membuang makanan. Dan sekarang orang-orang barat gembar-gembor jangan membuang makanan, mengurangi sampah makanan. Kita sudah melakukannya sejak lama, jadi kita sudah memiliki budaya itu untuk selalu memanfaatkan sisa makanan dari hari sebelumnya kemudian disajikan dengan rasa yang super istimewa.

Sebenarnya yang memiliki nasi goreng itu tidak hanya Indonesia, tapi negara-negara lain juga memiliki nasi goreng. Seperti misalnya nasi goreng Singapura, nasi goreng Malaysia, nasi goreng India, mereka punya nasi gorengnya sendiri. Namun, kebetulan yang memiliki aneka ragam nasi goreng dan sudah diteliti itu adalah Indonesia. Jadi kita patut bangga dengan nasi goreng Indonesia. Dan ada wanti-wanti dari Prof. Murdijati bahwa tiga kata nasi goreng Indonesia itu adalah satu kesatuan. Jadi jangan disebut hanya nasi goreng saja, karena negara lain pun memiliki nasi goreng. Nasi goreng Indonesia itu berbeda, nasi goreng Indonesia itu istimewa karena dia beraneka ragam.

Wawancara untuk DW Indonesia dilakukan oleh Prihardani Ganda Tuah Purba dan telah diedit sesuai konteks.

 

Laporan Pilihan