Muhammad Ikhsan Siddiq, Meramaikan Pasar Kopi Jerman dengan Kopi-kopi Indonesia | NEGERI ORANG: Kisah unik warga Indonesia di Jerman | DW | 06.02.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Negeri Orang

Muhammad Ikhsan Siddiq, Meramaikan Pasar Kopi Jerman dengan Kopi-kopi Indonesia

Kerinduan akan kopi Indonesia saat merantau menginspirasi Muhammad Ikhsan Siddiq untuk berbisnis kopi Indonesia di Jerman.

Tahun 2011 Ikhsan merantau ke Jerman, kini ia melanjutkan kuliahnya di Technische Universität Bergakademie Freiberg jurusan Geoekologi. "Awalnya sempat kuliah Teknik Informatik, tapi ternyata lebih cocok dengan geoekologi (...) belajar iklim, curah hujan, serangga, karena bapak petanijuga kali ya,"jelas Ikhsan. Sang ayah mengenalkan dunia kopi sejak dini kepada Ikhsan. "Ingat dulu waktu kecil, kalau bapak panen saya paling senang 'berenang' di tumpukan biji kopinya," kenang Ikhsan sembari bercerita.

Saat mengunjungi Jerman, Ikhsan merindukan cita rasa kopi yang Indonesia. Ia mencoba ragam kopi di Jerman tapi tak menemukan yang rasa kopi kesukaannya, Fein Robusta campuran kopi Gayo dan Mandeiling. "Saya suka kopi keras dan cenderung pahit. Di Jerman kopi yang saya coba lebih asam sedangkan gayo terasa coklatnya dan mandailing terasa fruity," ingat Ikhsan. Dari situlah muncul ide mengimpor kopi-kopi Indonesia ke Jerman yang dibeli langsung dari petani Indonesia. Di 2016 Ikhsan mulai mengumpulkan partner berbisnis baik di Jerman dan dari dalam negeri. Tak sekadar beli, Ikhsan pun "turun lapangan" ikut mengedukasi para petani untuk menjaga kualitas biji kopi.

Tak Sekadar Menjual Kopi tapi Juga Berbagi Ilmu

"Sulitnya adalah setiap petani punya 'isi kepala' yang berbeda, pendekatannya tidak sama dari petani satu ke yang lainnya. Belum lagi menghadapi para tengkulak yang biasa membeli kopi dengan harga murah dari petani," kisah Ikhsan tentang tantangan saat mengajak para petani berbisnis dengannya. Jika petani sudah setuju untuk berbisnis dengannya, Ikhsan pun harus telaten mengajari para petani bagaimana memproduksi biji kopi yang baik. Dari memperhatikan unsur hara tanah, menanam tanaman tertentu di kebun kopi (seperti petai china) untuk hasil biji yang lebih baik, hingga memanen dan menjemur biji kopi sehingga hasilnya maksimal.

Indonesischer Kaffee in Deutschland

Metode pengeringan yang tidak menyentuh tanah diperlukan untuk menjaga kualitas biji kopi.

Di tahun 2018 ia pun mendirikan PT. Nabu Ranah Kopi Indonesia, menjual kopi premium Indonesia berlabel IDN.CO ke pasar internasional. 250 gr biji kopi yang dijual di toko Indonesia "Indomarkt Berlin" dibandrol sekitar 9.79€ atau setara Rp. 167.000,- harga yang cukup mahal bersanding dengan kopi-kopi yang umumnya dijual di pasaran jerman.

Apa kata orang Jerman tentang Kopi Indonesia?

Terrence dan Rolf, dua orang Berliner pun turut mencoba kopi IDN.CO Terrence mencoba Kopi Gayo dan Rolf mencoba fein robusta. "Aroma kopi gayo seperti perpaduan tobacco dan marzipan, saat saya minum kopi Gayo itu seperti minum bir hitam tanpa alkohol, terasa seperti malt (red. biji-bijian bahan dasar bir). Kopi ini efeknya kuat tapi lembut saat diminum. Coba campur dengan susu, akan terasa not buah seperti strawberry," jelas Terrence kagum. Menurutnya harga yang diberikan sudah sepadan terutama bagi penikmat kopi gourmet."Saya peminum kopi, tapi bukan kopi gourmet, saya rasa harga tinggi punya kualitas yang juga tinggi - kopi ini sangat enak lain jauh berbeda merek-merek umum yang biasa saya nikmati. Tapi untuk saya harga yang ditawarkan cukup mahal," ujar Rolf.

Ikhsan mengakui kopi yang dijualnya tidak murah, karena menargetkan pasar specialty coffee di Jerman. Lantas, apakah IDN.CO pun akan mencoba memasarkan kopinya di supermarket umum di Jerman? "Kami berencana mengembangkan produk kopi dan menjualnya dengan harga yang lebih kompetitif dengan kopi di pasaran Jerman, karena jika masuk dalam supermarket retail, kami harus siap berkompetisi dengan produk lain sehingga bisa konsisten ada pada display toko,"jawab Ikhsan. Untuk menjual produk kopi di supermarket Jerman para produsen kopi juga harus bersiap dengan sistem pembayaran yang dilakukan dua bulan setelah penjualan.

Selain menjual kopi, idn.co pun berencana mengekspor rempah hingga buah-buah eksotis Indonesia luar negeri. "Masak untuk menikmati manggis Indonesia, harus diekspor dari Thailand?" ujar Ikhsan. Selain kopi, rempah, dan buah tropis, Ikhsan juga mengekspor coconut charcoal atau briket kelapa ke luar negeri.