Menteri Luar Negeri Jerman Serukan Dunia Bebas Senjata Nuklir | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 22.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Pertahanan

Menteri Luar Negeri Jerman Serukan Dunia Bebas Senjata Nuklir

Hanya tanpa senjata nuklir dunia ini bisa menjadi "dunia yang aman," ujar Menteri Luar Negeri Jerman. Tetapi ini butuh konsensus internasional, dan Jerman tidak berniat jadi negara pertama yang lucuti senjata nuklirnya.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengunjungi Hiroshima, Jepang, pada hari Jumat (22/11) untuk memperingati korban serangan bom atom pada tahun 1945 dan mempromosikan dunia yang bebas senjata nuklir.

"Suatu saat, bisa tinggal di dunia yang bebas senjata nuklir harus tetap menjadi tujuan kita," ujar Maas. "Meski tidak mudah dan mungkin butuh waktu lama." Namun, Menlu Maas mengatakan dia tidak setuju bila hanya pihak Jerman yang melucuti persenjataan nuklirnya.

"Tidak ada gunanya jika senjata nuklir hanya dipindahkan dari satu negara ke negara lain. Jika harus dimusnahkan, senjata ini harus dimusnahkan di semua tempat," katanya. "Terkait perlucutan senjata nuklir, kita butuh kesepakatan secara luas, tidak hanya di tiap-tiap negara."

Jerman saat ini menyimpan sekitar 20 hulu ledak nuklir AS. Angkatan bersenjatanya juga memiliki jet tornado dalam kondisi siaga dan siap dikerahkan jika perlu.

Di sebuah buku peringatan Museum Perdamaian Hiroshima, Maas menulis:

"Ingatan akan penderitaan rakyat Hiroshima dan Nagasaki tidak boleh luntur. Kita bertanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa penderitaan seperti itu tidak pernah terulang lagi. Untuk dunia yang damai tanpa senjata nuklir!"

Baca juga: Van Kirk, Pembom Hiroshima Terakhir

Bom di Hiroshima dan Nagasaki

Serangan bom atom oleh Amerika Serikat di Hiroshima pada akhir Perang Dunia II hampir menghancurkan keseluruhan kota dan menewaskan sekitar 140.000 orang yang sebagian besar adalah warga sipil. Puluhan ribu korban meninggal di kemudian hari sebagai akibat dari efek jangka panjang radiasi nuklir.

Tiga hari setelah menjatuhkan bom di Hiroshima, pasukan AS kembali menjatuhkan bom nuklir lain di kota Nagasaki yang menewaskan 70.000 orang. Kedua pengeboman ini tetap merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata sepanjang sejarah.

Upaya pelucutan persenjataan nuklir akan dibahas di pertemuan menteri luar negeri G20 pada tanggal 22-23 November di Nagoya, Jepang, yang juga akan dihadiri Maas. Agendanya juga mencakup pembicaraan terkait perdagangan bebas, tujuan PBB untuk pembangunan berkelanjutan, dan kebijakan di Afrika.

ae/vlz (AFP, dpa) 

Laporan Pilihan