1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Ketua Eurogroup Mario Centeno saat telekonferensi
Foto: picture-alliance/ROPI/P. de Melo Moreira
Ekonomi

Menkeu Eropa Sepakati Dana Bantuan untuk Perangi Resesi

10 April 2020

Para Menkeu Uni Eropa mencapai "kesepakatan luar biasa" untuk menggelontorkan setengah triliun euro guna memerangi resesi yang dipicu oleh pandemi corona. Menkeu Jerman menyebutnya sebagai ‘Hari Solidaritas Eropa‘.

https://www.dw.com/id/menkeu-eropa-sepakati-dana-bantuan-untuk-perangi-resesi-akibat-corona/a-53085146

Dalam pertemuan selama berjam-jam pada Kamis (09/04), perwakilan dari 19 negara Zona Eropa sepakat untuk segera menyediakan € 500 miliar atau Rp 8.500 triliun, untuk menstimulasi ekonomi Uni Eropa yang kesulitan akibat pandemi COVID-19.

"Kesepakatan luar biasa antara para menteri keuangan Eropa," cuit Menteri Keuangan Prancis Eropa Bruno La Maire memalui akun Twitternya.

Negara ‘kelas berat‘ Uni Eropa, Prancis dan Jerman berusaha mencari solusi untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi. Para menteri keuangan Uni Eropa pun melakukan negosiasi hingga Kamis (09/04) malam.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengapresiasi kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai "hari besar solidaritas Eropa."

Dia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memberikan "tiga jawaban kuat" untuk krisis ekonomi, yakni bantuan untuk usaha kecil dan menengah melalui Bank Investasi Eropa, program kerja jangka pendek untuk angkatan kerja, dan pinjaman ke negara-negara yang terkena dampak melalui Mekanisme Stabilitas Eropa.

Jalur kredit ke Mekanisme Stabilitas Eropa "akan tersedia sampai krisis COVID-19 berakhir", menurut rancangan dokumen yang dikutip oleh Reuters.

Menteri Ekonomi Spanyol Nadia Calvino juga mengatakan Uni Eropa telah mencapai "kesepakatan bagus" dan akan menyediakan "jaringan keamanan rangkap tiga untuk pekerja, perusahaan, dan negara bagian."

Merkel tolak "coronabonds"

Negara-negara Uni Eropa sebelumnya berselisih mengenai apakah pinjaman harus dikondisikan pada reformasi keuangan atau tidak. Negara-negara Uni Eropa juga berselisih tentang cara membiayai dana itu sendiri. Italia, Spanyol, Prancis dan sebagian besar negara-negara Uni Eropa selatan, menginginkan skema pinjaman "coronabonds" atau skema surat utang khusus, yang ditentang oleh Jerman, Belanda, Finlandia, dan Austria.

Satu hari sebelum kesepakatan tercapai yakni pada Rabu (08/04), para menteri tidak dapat menemukan solusi. Salah satu alasannya karena karena Belanda ingin ada syarat-syarat yang lebih ketat bagi negara-negara anggota untuk mengambil pinjaman murah.

Namun Jerman dan Prancis turun tangan memberikan solusi untuk mengakhiri penolakan dari Belanda tersebut.

Menurut Ketua Eurogroup Mario Centeno, Bank Investasi Eropa akan mendukung perusahaan-perusahaan Uni Eropa dengan pinjaman € 200 miliar atau setara Rp 3.400 triliun. Para pemimpin Uni Eropa akan mencoba menjalankan dukungan krisis Mekanisme Stabilitas Eropa dalam dua minggu, ia menambahkan.

Sebelumnya, Kamis (09/04) Kanselir Jerman Angela Merkel menolak inisiatif peminjaman bersama, sembari mengatakan kepada anggota blok politik konservatifnya bahwa tidak ada "konsensus politik" untuk itu. Namun, dia juga mengatakan kepada mereka bahwa dia telah melakukan kontak dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, dan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, dan mengatakan bahwa solusi akan hal itu segera tercapai.

pkp/rap (AFP, AP, dpa, Reuters)