Ingin Bangun Pembangkit Nuklir, Seberapa Siapkah Indonesia? | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 17.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

PLTN

Ingin Bangun Pembangkit Nuklir, Seberapa Siapkah Indonesia?

Pemerintah sedang menyiapkan sejumlah upaya untuk merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Penyediaan listrik dengan tenaga nuklir ditargetkan terwujud tahun 2049.

Pembangkit listrik tenaga nuklir di Belgia

Kementerian ESDM sudah melakukan pendataan beberapa vendor untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir

Pemerintah bakal membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun telah melakukan persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan Indonesia membangun kerja sama internasional terkait studi pengembangan PLTN.

Ia mengatakan, Menteri ESDM Arifin Tasrif sudah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM untuk pembentukan tim dalam rangka mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir.

"Sekarang sudah terbit Keputusan Menteri ESDM untuk pembentukan tim terkait dengan persiapan untuk penyusunan kelembagaan dari pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (17/01).

Dia menjelaskan pembangkit nuklir masuk ke dalam indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) di Kementerian ESDM. Pihaknya sudah melakukan pendataan beberapa vendor untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, khususnya untuk yang berskala kecil.

"Sesuai RPJMN di tahun 2021 telah dilakukan pendataan terhadap beberapa vendor khususnya PLTN skala kecil termasuk dengan teknologinya, dan ini sejalan dengan target yang ada di RPJM," tambahnya.

Target penyediaan listrik dari tenaga nuklir

Kementerian ESDM menargetkan Indonesia bisa melakukan penyediaan listrik dengan tenaga nuklir di tahun 2049. Rencananya, di tahun tersebut PLTN pertama di Indonesia dapat beroperasi.

Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana sebelumnya mengatakan bisa jadi target itu bisa dipercepat atau mungkin akan molor. Namun yang jelas, target besarnya PLTN mulai dioperasikan pada 2049 dan kemudian di 2060 PLTN mampu memproduksi 40 giga watt tenaga listrik.

"Kalau di catatan kami dan kami tuangkan di roadmap net zero emission itu untuk tahun 2041-50, COD (commercial operation date/tanggal operasi) pertama untuk PLTN itu di 2049. Bisa dipercepat atau justru lambat," ungkap Rida dalam webinar Kadin, Rabu (24/11/2021). (Ed: ha/rap)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir, Emang Siap?

Laporan Pilihan