Melihat ′Dapur′ Dinas Rahasia Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 06.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Melihat 'Dapur' Dinas Rahasia Jerman

Ada masa ketika publik bahkan tidak tahu kalau dinas rahasia ini benar-benar eksis. Kini Dinas Rahasia Jerman (BND) tengah promosikan citra keterbukaan. Pengunjung dapat melihat pameran interaktif yang tengah digelar.

Pada masa-masa awal setelah Perang Dunia II, permainan petak umpet terkadang mencapai level yang cukup ekstrem. BND yang bertugas mengawasi negara-negara asing menyamarkan diri dengan menggunakan nama "akomodasi pegawai negeri sipil". Pada saat itu, kantor BND bersembunyi di kota Pullach, sebelah selatan kota München di Jerman bagian selatan. Hari ini, kantor agensi tersebut berdiri tegak di pusat kota Berlin.

Bukan lokasi yang buruk untuk sebuah agensi pemerintah yang bekerja secara rahasia dan bertujuan menjamin keamanan Jerman. Untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap agensi yang tidak asing dengan berbagai kasus dan skandal, BND pun mengubah taktik.

Meski arsitektur bangunannya terlihat agak membosankan, keberadaan bangunan ini di jantung ibu kota Jerman adalah sebuah pernyataan yang kuat.

Kantor pusat ini telah dibuka sejak awal 2019 dan dianggap unik di dunia. Ini adalah fakta yang dibanggakan oleh BND, yang dikendalikan oleh kantor kanselir Jerman. Namun, kata "dinas rahasia" bukan jenis kata yang disukai oleh mayoritas karyawan BND yang berjumlah sekitar 6.500 orang.

Agensi pun mulai mencoba tampil transparan. Terletak di dekat Natural History Museum di Berlin, BND telah mencoba cara-cara seperti membuka pameran agar kesan rahasia perlahan terkikis. 

Besucherzentrum Bundesnachrichtendienst BND (photothek.net)

Modifikasi dari poster layar perak "Spy Today, Die Tomorrow" yang dipamerkan.

Pesona gaya James Bond tahun 70-an

Museum ini menampilkan lebih dari 120 objek pameran. Pengunjung dibuat tertarik dengan pendekatan interaktif dan multimedia yang ultramodern. Yang menjadi pusat atraksi adalah dinding LED sebesar 72 meter persegi yang membuat ruangan terlihat seperti planetarium. Panorama tiga dimensi yang kebiruan, berkilauan, dengan titik-titik dan garis-garis cerah dirancang untuk memicu imajinasi.

Pengunjung dapat secara lebih dekat melihat alat-alat klasik yang dipakai di dunia spionase. Beberapa barang terlihat seperti baru saja keluar dari film James Bond tahun 1970-an. Salah satu yang dipamerkan adalah sepatu yang terlihat biasa tapi bagian tumitnya dapat dilepas dan memiliki lubang yang bisa dipakai untuk menyembunyikan sesuatu.

Lampu sorot menerangi gambar stereotip seorang agen rahasia yang dikelilingi para perempuan cantik. Poster yang sedikit dimodifikasi dari poster film "Spy Today, Die Tomorrow" yang dibintangi oleh Lex Barker dan Maria Perschy ini seolah ingin menunjukkan bahwa BND tidak ragu mengolok-olok diri sendiri. 

Besucherzentrum Bundesnachrichtendienst BND (photothek.net)

Mantel bunuh diri ini adalah bukti bahwa spionase bukan perkara main.main.

Ada bagian untuk urusan serius

Namun, dinas rahasia itu terlalu serius dan berbahaya sehingga tidak bisa lantas dianggap enteng. Pameran BND yang meliputi area seluas lebih dari 400 meter persegi ini sangat profesional dan informatif. Pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang dasar hukum pekerjaan dinas rahasia dan siapa yang mengendalikannya.

Rompi bunuh diri yang juga dipamerkan adalah bukti nyata bahwa personel BND terkadang mempertaruhkan hidup mereka. Pameran ini juga mencakup sistem rudal portabel yang digunakan di zona perang dan dikenal sebagai MANPADS. Selain itu, ada juga jaket pelampung seukuran anak-anak yang disesuaikan untuk dipakai di laut lepas, yang mengingatkan orang tentang apa yang terjadi setiap hari di rute pengungsi di Mediterania.

Siapa pun yang ingin melihat pameran ini harus merencanakannya jauh-jauh hari. Untuk alasan keamanan, pameran ini hanya terbuka bagi grup yang telah mendaftar. Untuk jangka panjang, agensi tersebut berencana mengubah kebijakannya agar orang dapat sesuka hati mengunjungi pameran seperti yang bisa mereka lakukan di Natural History Museum.

ae/na

Laporan Pilihan