Mantan Menteri Jokowi yang Diprediksi Jabat Posisi Strategis di BUMN | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 26.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

BUMN

Mantan Menteri Jokowi yang Diprediksi Jabat Posisi Strategis di BUMN

Rudiantara, Ignasius Jonan, hingga Susi Pudjiastuti dikabarkan akan mengisi posisi strategis di pusaran BUMN. Rencana ini menyusul sikap Menteri BUMN, Erick Thohir yang siap rombak 5 BUMN besar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berencana merekrut mantan menteri dan wakil menteri periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi petinggi BUMN. Belum secara jelas siapa saja yang bakal direkrut, tapi setidaknya beredar rumor tiga nama mantan menteri yang bakal direkrut.

Tiga nama itu yakni, Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Baca juga:Pro Kontra Ahok Resmi Jadi Komisaris Utama Pertamina

Rudiantara jadi bos PLN?

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga memberi penjelasan terkait nama-nama tersebut. Soal Rudiantara misalnya yang dikabarkan menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero), Arya menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum melihat surat keputusan dari Presiden Jokowi.

"Karena suratnya belum kami lihat, surat kan sampainya ke Pak Erick, Pak Erick masih di luar negeri jadi kita nunggu pak Erick turun dari Korea sampai Jakarta baru kita lihat suratnya itu, karena strategis langsung ke Pak Menteri, baru kita tahu isinya," jelasnya di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Ia tak memberi keterangan yang tegas apakah Rudiantara masuk daftar yang diusulkan menjadi bos PLN.

"Ya kita lihat saja nanti, kita lihat, pasti kalau beliau jadi pasti nama beliau (Rudiantara) ada di situ," tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yang ditanya soal kepastian Rudiantara menjadi Dirut PLN buka suara.

"Mudah-mudahan segera dilantik," tutur Pramono saat ditanya soal Rudiantara menjadi Dirut PLN di Gedung Sekretariat Kabinet, Komplek Istana Presiden, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Pramono juga ditanya seputar proses TPA terhadap Rudiantara. Namun lagi-lagi Pramono kembali menjawab hal yang sama.

"Mudah-mudahan segera dilantik, yang jelas saya sudah tanda tangan," kata politikus PDI-Perjuangan itu.

Dia menambahkan, semua proses pengesahan untuk Rudiantara masuk ke PLN sudah selesai, tinggal menunggu keputusan Menteri BUMN.

"Bolanya di Menteri BUMN," tutur Pramono.

Tapi yang jelas, semua nama yang diajukan ke Presiden untuk mengisi posisi sebagai direksi atau komisaris perusahaan pelat merah, mekanismenya pasti melalui Kementerian BUMN, termasuk Rudiantara.

"Yang pasti yang diproses semua itu ikut TPA (Tim Penilai Akhir) dan sebagainya itu pasti melalui proses Kementerian BUMN. Siapapun namanya semuanya dari Kementerian BUMN, pasti semua," tambahnya.

Evaluasi 5 BUMN besar

Soal Jonan dan Susi yang dikabarkan masuk BUMN, Arya justru bertanya balik mengenai isu tersebut. Jonan sendiri disebut-sebut bakal masuk ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
"Isunya dari mana?" katanya.

Arya menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap 5 BUMN besar yang saat ini dalam perombakan pengurus. Serta, pada BUMN-BUMN lainnya.

"Kita mengevaluasi BUMN-BUMN lain setelah lima yang besar, mau Garuda dan lain-lain evaluasi semua," tutupnya. 

Arya juga belum bisa mengatakan benar atau tidaknya kabar tersebut. Tapi dia tidak membantah.

"Jonan? nanti lihat saja. Tapi kan sesuai janji kami kan bahwa bisa saja banyak, ada (mantan) menteri, mantan wamen," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Kementerian BUMN memang tak menutup kemungkinan bila mantan menteri dan mantan wamen berpeluang menjadi petinggi BUMN.

"Ada kemungkinan mungkin mantan wamen, mantan menteri. Kita masih cari-cari mantan-mantan menteri, mantan-mantan wamen, kita cari untuk melengkapi BUMN kita lah. Yang cocok tapi ya, kalau nggak cocok jangan dipaksakan juga," tambahnya. (pkp/gtp)

Baca selengkapnya: detiknews

Jonan hingga Susi Dikabarkan Masuk BUMN, Ini Kata Kementerian

Erick Thohir Mau Rombak Direksi dan Komisaris PLN

Jonan Dikabarkan ke Garuda, Rudiantara Calon Dirut PLN

Selain Rudiantara, Ini Bocoran Nama Calon Bos PLN

Laporan Pilihan