Malaysia Berharap Pengiriman Vaksin BioNTech-Pfizer dari Eropa Sesuai Rencana | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 02.02.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Vaksin COVID-19

Malaysia Berharap Pengiriman Vaksin BioNTech-Pfizer dari Eropa Sesuai Rencana

Malaysia berharap rencana vaksinasi COVID-19 berjalan sesuai jadwal, setelah menerima jaminan dari Uni Eropa dan Duta Besar Belgia terkait proses pengiriman vaksin dari pabrik di Eropa.

Vaksin Pfizer

Malaysia rencananya akan mendapatkan 12,2 juta dosis vaksin Pfizer

Menteri Sains Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan Duta Besar Belgia, Pascal Gregoire memberikan jaminan bahwa vaksin Pfizer untuk negara Asia Tenggara akan terpenuhi, setelah perusahaan farmasi tersebut mengajukan izin ekspor.

"Dengan jaminan dari Uni Eropa dan Duta Besar Belgia, rencana vaksinasi COVID-19 diharapkan berjalan sesuai rencana," kata Khairy dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya pada pekan lalu, Komisi Eropa telah menyetujui rencana mengontrol ekspor vaksin COVID-19 Pfizer yang diproduksi di Belgia, karena perlu memastikan pasokan untuk negara-negara Uni Eropa.

Pada hari Senin (01/02), Malaysia berharap akan menerima batch pertama vaksin Pfizer, yang dikembangkan bersama oleh perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, bersama mitranya di Amerika Serikat (AS) Pfizer, pada 26 Februari 2021.

Malaysia mengumumkan telah menyetujui pembelian 12,8 juta dosis vaksin, dengan satu juta dosis pertama dijadwalkan tersedia pada kuartal pertama tahun ini. Pengiriman vaksin sebanyak 1,7 juta, 5,8 juta, dan 4,3 juta dosis akan menyusul secara bertahap pada kuartal berikutnya.

Malaysia juga menandatangani kesepakatan kedua dengan Pfizer untuk mendapatkan tambahan 12,2 juta dosis vaksin, di samping perjanjian pembelian 18,4 juta dosis vaksin lain yang diproduksi oleh Gamaleya Research Institute Rusia dan Sinovac Cina.

Vaksin belum tiba, lockdown diperpanjang

Pemerintah Malaysia pada hari Selasa (02/02) mengumumkan perpanjangan kebijakan lockdown selama dua minggu ke depan. Rencana tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi Malaysia dalam memberlakukan penguncian wilayah.

"Kementerian Kesehatan memastikan kasus harian di semua negara bagian masih menunjukkan tren peningkatan," kata Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob. Sehari sebelumnya Kementerian Kesehatan mengumumkan lebih dari 4.200 kasus baru, menjadikan jumlah kumulatif lebih dari 220 ribu kasus.

Masyarakat diimbau untuk tinggal di rumah, perjalanan dibatasi dalam jarak 10 kilometer dari rumah mereka, dan perjalanan melintasi batas negara juga dilarang.

Menkes Ismail sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 800 warga ditangkap karena dugaan pelanggaran aturan lockdown yang dilakukan pada hari Minggu (31/01).

Namun, berbagai bisnis akan dapat kembali beroperasi selama penguncian kedua. "Kami sadar bahwa jika kami menutup 'ekonomi' secara total, itu akan menyebabkan kesulitan," kata Ismail, Selasa (02/02).

Tonton video 03:28

Berbagai Vaksin Virus COVID-19

ha/hp (Reuters, dpa)

Laporan Pilihan