Kunjungan Menlu AS ke Asia | dunia | DW | 18.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kunjungan Menlu AS ke Asia

Amerika Serikat tidak mau kehilangan waktu sedikitpun jika itu menyangkut upaya untuk memperbesar tekanan terhadap Korea Utara.

Rice bertemu rekannya Menlu Jepang Taro Aso di Tokio

Rice bertemu rekannya Menlu Jepang Taro Aso di Tokio

Selasa (17/10) kemarin, Menlu AS Condoleezza Rice bergegas memulai kunjungan ke seluruh negara tetangga Korea Utara untuk memastikan dukungan dari para mitra dan sekutu AS. Pesan Rice yang ditujukan pada Korea Selatan, Jepang, Rusia dan Cina sangat tegas. AS mengharapkan semua anggota masyarakat internasional untuk mengimplementasikan sepenuhnya resolusi PBB nomor 1718. AS juga berharap, Dewan Keamanan PBB untuk secara aktif mengawasi prosesnya. Demikian disampaikan Rice di Washington sebelum bertolak ke Asia.

Dengan kata lain, duni harus tetap demonstratif dengan reaksi kerasnya terhadap uji coba nuklir Korea Utara. Selain embargo secara luas, daftar sanksi dalam resolusi 1718 juga harus menetapkan pemeriksaan terhadap semua kapal barang dari dan ke Korea Utara. Ini merupakan perlindungan efektif dari kemungkinan perdagangan teknologi nuklir secara rahasia. Selain itu juga, AS mengharapkan diberlakukannya bentuk sanksi yang secara khusus dipermasalahkan oleh Cina.

Bagaimana persisnya implementasi tersebut, Rice akan menegosiasikannya dalam perjalanan ke Asia ini.

Sementara itu, setelah menganalisa radio aktif dalam sampel udara, Pentagon mengkonfirmasi bahwa Korea Utara memang betul-betul meledakkan bom nuklir berkekuatan kecil pekan lalu. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Pyongyang akan mengulanginya. Rice mengingatkan, kenekatan semacam itu akan membuat Korea Utara semakin diisolasi dunia internasional. AS tetap tidak bisa menerima, jika Korea Utara memiliki senjata nuklir. Hal itu harus dihindari dengan jalur diplomasi. Demikian ditekankan Rice.

Situasinya tak akan sama seperti dulu. Korea Utara harus membayar harga atas tantangan nuklirnya kepada dunia. Ini juga pesan yang secara jelas ditujukan pada Iran dan Irak, tiga negara yang digolongkan Presiden AS George W. Bush sebagai poros kejahatan.

Pemerintah Iran sekarang bisa menyaksikan, bagaimana dunia bereaksi terhadap ancaman baru bom nuklir, begitu kata Rice. Ia menambahkan, dirinya berharap Dewan Keamanan PBB akan membahas resolusi bagi Iran pekan ini juga. Dengan begitu, pemerintah di Teheran akan menimbang ulang sikap mereka.

Iklan