Korut Tuding Amerika Provokasi dan Menyesatkan Opini Publik | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 07.05.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korut Tuding Amerika Provokasi dan Menyesatkan Opini Publik

Korea Utara menuding Amerika Serikat "sengaja memprovokasi" Korut jelang KTT bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un.

Korea Utara menuding Amerika Serikat "sengaja memprovokasi" Korut jelang KTT bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un. Pemerintah di Pyongyang memperingatkan bahwa Washington seharusnya tidak salah dalam menafsirkan isyarat "cinta damai" - seperti janji Kim untuk mengakhiri aktivitas nuklirnya - sebagai "tanda kelemahan."

"Amerika Serikat menyesatkan opini publik, dengan berargumentasi seakan-akan niat  Korea Utara untuk denuklirisasi di semenanjung Korea, adalah hasil dari apa yang disebut sanksi dan tekanan," papar Kementerian Luar Negeri  Korea Utara seperti dikutip kantor berita KCNA.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa kedua belah pihak telah menetapkan tanggal dan lokasi untuk pertemuan tingkat tinggi yang pertama antara presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un - tanpa memberikan rinciannya.

Situasi tegang di Semenanjung Korea telah mereda dan pertemuan penting antara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In bulan lalu telah digelar, sebelum pertemuan Trump-Kim Jong Un.

Baca juga:

Korea Utara dan Selatan Bahas Kemungkinan Penyelenggaraan Pertemuan Puncak

Bagaimana Dunia Bereaksi Atas Rencana Pertemuan Kim Jong Un - Trump?

Singapura jadi kandidat terkuat lokasi pertemuan

Mengutip sumber diplomatik yang juga mengutip Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, harian Korea Selatan Chosun Ilbo melaporkan Senin (07/05), KTT penting itu akan berlangsung pada "pertengahan Juni". Surat kabar itu menyatakan bahwa kemungkinan Singapura menjadi tuan rumah pertemuan penting itu telah "semakin tinggi", setelah Trump memutuskan untuk menjadi tuan rumah bagi presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Gedung Putih akhir bulan ini.

Bolton bertemu dengan mitra kerjanya dari Korea Selatan, Chung Eui-yong di Washington akhir pekan lalu untuk membahas rencana kedua lokasi pertemuan tersebut, demikian menurut laporan media setempat.

Laporan serupa pada akhir pekan lalu dari kantor berita Yonhap Korea Selatan juga menyebutkan pencalonan Singapura sebagai tuan rumah makin menguat.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa zona demiliterisasi antara kedua Korea - tempat pertemuan puncak antara Kim dan Moon - juga bisa menjadi tempat yang tepat untuk pertemuannya dengan pemimpin Korut.

Lokasi lain yang mungkin dilaporkan termasuk Mongolia dan Swiss.

Perkembangan hari demi hari

Persiapan untuk pertemuan penting telah mendapatkan momentumnya sejak KTT Korea akhir bulan lalu, di mana pemerintahan Pyongyang dan Seoul berjanji untuk mengupayakan denuklirisasi sepenuhnya dari semenanjung Korea dan merencanakan perjanjian perdamaian resmi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-53.

Korea Utara telah menawarkan untuk menutup situs uji coba nuklirnya bulan ini - dan mengundang para ahli AS untuk memverifikasi langkah itu.

Tanda-tanda lain yang kurang dramatis tetapi penting dari pemulihan hubungan telah muncul hampir setiap hari, termasuk Korea Utara memindahkan jamnya maju 30 menit lebih awal untuk mencocokkan waktu dengan Korea Selatan.

ap/yf(dpa/afp)

Laporan Pilihan

Iklan