Indeks korupsi global kini berada di level terburuk dalam lebih dari satu dekade. Kemunduran demokrasi, melemahnya institusi, serta pengawasan yang kurang efektif memberi ruang lebih besar bagi praktik korupsi. Ketidakstabilan politik juga mempercepat penyebarannya.
Meski begitu, beberapa negara masih berada di posisi teratas dalam indeks global. Selama delapan tahun berturut-turut, Denmark menjadi negara paling bersih dari korupsi dengan skor 89, disusul Finlandia (88) danSingapura (84). Sebaliknya, negara yang dilanda konflik seperti Sudan Selatan, Somalia, dan Venezuela berada di peringkat terbawah.
Di Indonesia, skor indeks korupsi turun tiga poin menjadi 34 dari 100. Dampak korupsi pun sangat terasa, karena dapat mengurangi akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, air bersih, listrik, hingga perumahan. Bank Dunia memperkirakan lebih dari 1 triliun dolar Amerika Serikat dibayarkan sebagai suap setiap tahun di seluruh dunia.