Kongres AS Desak Penarikan Mundur Pasukan dari Irak | Fokus | DW | 27.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Kongres AS Desak Penarikan Mundur Pasukan dari Irak

Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Amerika Serikat memerintahkan Presiden Bush untuk mulai menarik pasukan dari Irak hingga musim gugur 2008.

Bush ketika menyampaikan pidato dana tambahan darurat untuk perang Irak, 23 Maret

Bush ketika menyampaikan pidato dana tambahan darurat untuk perang Irak, 23 Maret

Sekarang Senat Amerika Serikat bahkan mempercepat jadwal penarikan pasukannya, yaitu 120 hari setelah keputusan undang-undang anggaran negara darurat perang yang sampai Senin (26/03) masih diperdebatkan. Pasukan tempur Amerika Serikat hingga Maret tahun depan harus keluar dari Irak. Tentu saja hal itu menggusarkan George W. Bush: "Kami tidak mau menempatkan pasukan di Irak dan kemudian mengetatkan anggaran keuangan hingga mereka tidak bisa bertugas.“

Akan tetapi hal tersebut tidak akan terjadi. Sebab apa pun undang-undang yang mengusulkan jadwal penarikan mundur, akan dijegal oleh Bush dengan hak vetonya. Usulan terbaru Senat lebih tidak berdaya dibanding keputusan Dewan Perwakilan. Tenggat waktu Maret tahun depan hanya menjadi sebuah saran. Ibaratnya mengusulkan pada Bush, apakah Tuan berkenan untuk mengakhiri perang? Mungkin jawaban Bush, tidak.

Senator Carl Levin dari Partai Demokrat sangat marah: "Tidak ada penyelesaian militer di Irak, hanya penyelesaian politik. Dan itu harus diputuskan oleh rakyat Irak.”

Senator-senator Amerika Serikat saat ini saling bersengketa di antara mereka. Joe Lieberman, anggota parlemen non partai yang pro demokrat, malah seperti menikam rekan demokratnya dari belakang: "Saya yakin, kita akan terus maju jika membatalkan tenggat waktu ini. Dalam hal ini kita pernah gagal. Mengapa harus dipikirkan lagi?“

Mungkin karena situasi di Irak tidak kunjung membaik, mungkin karena setiap hari jatuh korban dari pihak tentara Amerika dan warga sipil? Itulah yang mungkin menjadi argumentasi dalam perdebatan, tapi juga tak banyak yang dapat diperbaiki. Tanpa suara dari Lieberman pun, Fraksi Demokrat kembali menemui jalan buntu. Desakan pemimpin Fraksi Demokrat Senator Harry Reid pun tidak ada artinya.

Itu akan menjadi pekan yang amat berat. Perdebatan keras untuk sebuah saran yang lunak, sebuah saran yang tidak akan bisa berkutik di tangan presiden. Doyle McManus dari harian Los Angeles Times berpendapat, Partai Demokrat menguji kekuatannya dengan Gedung Putih, tapi tidak kehilangan mukanya. Lebih lanjut McManus: "Itu akan mempersempit ruang gerak presiden.“

Menurut McManus, George W. Bush sangat memerlukan dana tambahan untuk perangnya dan dia tidak akan mendapatkannya, jika terus menolak undang-undang anggaran darurat itu. Menurut perkiraan Fraksi Demokrat, suatu saat nanti Bush tidak akan bisa lagi berkelit dari kompromi.