1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
OlahragaAsia

Khawatir COVID-19, Korea Utara Absen dari Olimpiade Tokyo

6 April 2021

Keputusan Korea Utara untuk mundur dari Olimpiade Tokyo disesalkan Korea Selatan. Sebelumnya Presiden Korsel Moon Jae-in berharap, kedua negara dapat menurunkan tim gabungan di pesta olahraga ini.

https://p.dw.com/p/3rbu1
Kontigen Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea Selatan tahun 2018
Kontigen Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea Selatan tahun 2018Foto: picture-alliance/AP Photo/C. Ena

Korea Utara memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo tahun ini karena kekhawatiran COVID-19. Hal ini diumumkan kementerian olahraga negara komunis itu Selasa (06/04). Keputusan ini dibuat dalam pertemuan antara Menteri Olahraga Kim Il Guk dengan Komite Olimpiade Nasional pada 25 Maret lalu.

Pengumuman ini pun memupuskan harapan Korea Selatan bahwa Olimpiade dapat menjadi katalis untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang mandek.

Ini merupakan pertama kalinya Korea Utara secara resmi absen dari Olimpiade Musim Panas sejak Pyongyang memboikot olimpiade Seoul pada tahun 1988 di tengah Perang Dingin.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berharap, kedua negara yang secara teknis masih berperang setelah konflik tahun 1950-1953 yang hanya berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata, dapat menurunkan tim gabungan di Tokyo dan membangun kembali momentum untuk hubungan yang lebih baik.

Apa dampaknya ke hubungan Korea Utara dan Korea Selatan?

Mundurnya Korea Utara dari Olimpiade ke-32 ini juga berdampak pada rencana yang disepakati pada pertemuan puncak tahun 2018 silam antara Moon dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk mengajukan Korea sebagai tuan rumah bersama Olimpiade 2032.

Ketika Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada tahun 2018, Kim mengirim saudara perempuannya untuk memimpin delegasi negara. Para atlet dari kedua belah pihak pun berbaris di bawah bendera Korea Bersatu pada upacara pembukaan, dan menurunkan tim hoki es wanita gabungan.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang bertanggung jawab atas urusan antar-Korea mengatakan, Seoul berharap Olimpiade Tokyo akan menjadi kesempatan untuk "mendorong perdamaian dan rekonsiliasi antara kedua Korea."

"Kami menyesal itu tidak bisa terjadi," demikian bunyi pernyataan kementerian.

Jepang akan memperpanjang sanksi

Sementara itu, secara terpisah pada pertemuan Kabinet pada hari Selasa (06/04), pemerintah Jepang memutuskan untuk memperpanjang sanksi terhadap Korea Utara selama dua tahun.

Sanksi yang sebelumnya ditetapkan berakhir pada 13 April, akan terus melarang semua ekspor dan impor ke Korea Utara dan membatasi kapal Korea Utara untuk berlabuh di Jepang.

Pemerintah Jepang menyatakan, sanksi tersebut akan memberikan lebih banyak tekanan pada Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi, meninggalkan program pengujian rudal balistik lebih lanjut, dan menyelesaikan masalah penculikan warga Jepang yang sedang berlangsung.

Menurut laporan dari Kyodo News, sanksi telah dijatuhkan dan terus menerus diperpanjang sejak tahun 2006.

rap/as (AP, AFP)