Kemenag Lumajang Sebut Aksi Pria Tendang Sesajen di Lokasi Semeru Tak Beradab | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 10.01.2022

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Semeru

Kemenag Lumajang Sebut Aksi Pria Tendang Sesajen di Lokasi Semeru Tak Beradab

Aksi pria membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Semeru tengah menjadi perbincangan. Kemenag dan MUI menyesalkan kejadian itu dan menilai sikap tersebut tidak perlu dilakukan.

Gunung Semeru

Kemenag Lumajang mengimbau agar masyarakat tidak tersulut emosi atas kejadian penendangan sesajen di lokasi erupsi Semeru

Video aksi pria membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Semeru tengah viral. Kepala Kantor Kemenag Lumajang, Muhammad Muslim menyebut apa yang dilakukan pria tersebut kurang beradab.

Tak hanya itu, Muslim juga menyesalkan aksi pria tersebut. "Sebagai perwakilan dari Kementerian Agama, terus terang saya merasa kaget dengan peristiwa ini dan sangat menyayangkan. Karena itu adalah tindakan yang kurang beradab," kata Muslim, Senin (10/01).

Muslim menyebut Islam merupakan agama yang damai. Di mana mengajarkan dakwah dengan baik dan tidak menghina agama orang lain.

"Islam menganjurkan kita berdakwah dengan baik, tidak kemudian merusak apa yang menjadi keyakinan orang lain. Dakwah disampaikan dengan baik, jangan menyakiti perasaan orang lain," tambahnya.

Untuk itu, Muslim meminta masyarakat tetap tenang. Karena polisi tengah memburu pelaku. Muslim mengakui pihaknya telah menerima banyak laporan dan keluhan masyarakat soal hal ini. Namun, Muslim mengimbau masyarakat tidak tersulut emosi.

"Jadi kami sampaikan ke masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan ke kepolisian terkait masalah ini," pungkasnya.

Viral di media sosial

Sebelumnya, video viral berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seorang pria mengenakan tutup kepala dan rompi berdiri lalu mendekat ke sebuah sesajen yang diletakkan di atas tanah. Ada dua sesajen yang terlihat yakni buah dan nasi yang masing-masing berada di wadahnya.

Sambil menunjuk ke sesajen pria itu berkata: "Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," ucap pria tersebut.

Sedetik kemudian, tangan pria itu bergerak membuang sesajen buah dan menendang sesajen nasi. Kebetulan letak sesajen itu berada di atas permukaan tanah yang lebih tinggi sehingga kedua sesajen itu langsung jatuh.

Wasekjen MUI sesalkan pria tendang sesajen di lokasi erupsi Semeru

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan tindakan seorang pria membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Semeru. MUI menilai sikap tersebut tidak perlu dilakukan.

"Terkait seseorang yang menendang sesajen yang ada di Gunung Semeru saya pribadi menyesalkan adanya tindakan itu. Hal itu tidak perlu dilakukan meskipun menyaksikan bahwa praktik tradisi sesajen kepada makhluk halus atau jin atau penguasa alam sekitarnya yang diyakini masyarakat itu bertentangan dengan akidah Islam," kata Wasekjen MUI, Muhammad Ziyad kepada wartawan, Minggu (09/01).

Ziyad mengatakan lebih baik mengingatkan dengan cara yang baik dibanding menuruti kemauan sendiri. Misalnya dengan memberikan edukasi kalau praktik sesajen itu menyimpang.

"Karena itu lah perlu dilakukan edukasi, bimbingan kepada masyarakat bahwa terjadinya erupsi gunung merapi adalah bagian dari takdir Allah SWT, semua yang terjadi di alam raya ini merupakan kehendak dari Allah SWT, yang kita lakukan adalah bukan dalam bentuk pemberian sesajen. Tapi kita berdoa kepada Allah memohon perlindungannya agar dijauhkan dari malapetaka yang terjadi," lanjut Ziyad.

Polda Jatim buru pria penendang sesajen

Polda Jawa Timur telah membentuk tim dalam memburu pria tersebut.

"Itu kita sudah bentuk tim untuk melakukan pencarian terhadap pelaku tersebut," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko di Surabaya, Senin (10/01).

Gatot mengatakan, apa yang dilakukan pelaku cukup mengganggu ketenangan masyarakat. Karena, situasi di Semeru pascaerupsi kini sudah damai dan membaik. Untuk itu, Gatot mengatakan pihaknya akan turun langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal ini agar, situasi kamtibmas di Semeru bisa terus terjaga.

"Kita juga memberi imbauan untuk edukasi kepada masyarakat. Karena kan selama ini Lumajang sudah mulai damai, mulai aman, mulai bagus. Jangan sampai dirusak dengan adanya video-video yang mengandung SARA dan kita harus menghormati kearifan lokal daerah situ," imbuhnya. (Ed: ha/rap)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

Kemenag Lumajang Sebut Aksi Pria Tendang Sesajen di Lokasi Semeru Tak Beradab

Wasekjen MUI Sesalkan Pria Tendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru

Polda Jatim Bentuk Tim Buru Pria Penendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru

Laporan Pilihan