1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Ilustrasi pasien pengidap Alzheimer
Sebagian besar kematian akibat Alzheimer terjadi pada lansia di JermanFoto: picture-alliance/dpa
KesehatanJerman

Kematian Lansia Jerman akibat Alzheimer Naik Dua Kali Lipat

Mark Hallam
21 September 2022

Data statistik pemerintah Jerman menunjukkan bahwa kasus kematian akibat Alzheimer meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2000.

https://www.dw.com/id/kematian-lansia-jerman-akibat-alzheimer-naik-dua-kali-lipat/a-63189248

Semakin banyak warga Jerman yang membutuhkan perawatan di rumah sakit akibat penyakit Alzheimer, demikian pernyataan badan statistik pemerintah, Destatis, pada hari Selasa (20/09).

Data yang dirilis seiring peringatan Hari Alzheimer Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 21 September tahun ini, menunjukkan ada sebanyak 19.356 kasus orang yang membutuhkan perawatan di rumah sakit akibat Alzheimer pada tahun 2020.

Angka itu lebih dari dua kali lipat dari 8.116 kasus yang tercatat pada tahun 2000, yakni meningkat sebanyak 138,5 persen.

Destatis mencatat bahwa angka tersebut dapat mencakup duplikasi, artinya jika ada pasien yang dirawat di rumah sakit dua kali atau lebih pada tahun yang sama untuk alasan yang sama.

Dari orang yang dirawat di rumah sakit pada tahun 2020, Destatis mengatakan bahwa 41,5% adalah laki-laki dan 58,5% adalah perempuan.

Kasus kematian akibat Alzheimer terbanyak tahun 2020

Perkembangan angka kematian yang dikaitkan dengan Alzheimer selama dua dekade terakhir di Jerman tidak begitu jauh angkanya.

Secara total pada tahun 2020, 9.450 orang meninggal akibat Alzheimer, angka tertinggi yang pernah dicatat selama kurun waktu satu tahun. Pada tahun 2000, angkanya hanya mencapai 4.535, kurang dari setengah dari total tahun 2020.

Menurut warga Jerman penderita Alzheimer, diperkirakan 1,8 juta orang dengan beberapa bentuk didiagnosis demensia, kira-kira dua pertiganya mengidap Alzheimer, diagnosa yang paling umum.

Seorang kakek dan cucunya yang tengah berjalan bersama
Populasi Jerman yang semakin menua membuat negara itu memiliki lebih banyak pensiunan daripada tahun-tahun sebelumnyaFoto: Ute Grabowsky/photothek/picture alliance

Populasi yang semakin menua menjadi faktor utama

"Peningkatan kasus perawatan di rumah sakit dan kematian dengan diagnosis Alzheimer setidaknya sebagian besarnya disebabkan oleh populasi yang terus menua," kata Destatis tentang statistik tersebut.

Lebih dari setengah kasus yang tercatat di rumah sakit pada tahun 2020, sebanyak 11.188 dari 19.356 kasus melibatkan lansia berusia 80 tahun atau lebih, sedangkan 1.026 kasus lainnya terjadi di antara warga yang berusia 65 tahun atau lebih muda.

Populasi Jerman yang semakin menua membuat negara itu memiliki lebih banyak pensiunan daripada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah warga Jerman yang berusia 65 tahun atau lebih tua meningkat sekitar 33% antara tahun 2000 dan 2020, angkanya mencapai 18,3 juta.

Sementara itu, statistik pada demografi lainnya bahkan lebih mengejutkan. Untuk usia di atas 80-an meningkat lebih dari 90% dalam dua dekade terakhir, mencapai angka hingga 5,9 juta pada tahun 2020.

Diperkirakan, dunia akan melihat peningkatan yang serupa dalam jumlah kasus kematian akibat Alzheimer dan demensia dalam beberapa dekade mendatang, seiring dengan meningkatnya harapan hidup. Peningkatan persentase paling tajam juga diperkirakan mungkin akan terjadi di negara-negara kurang berkembang.

Sistem perawatan perlu disesuaikan

Seorang ahli perawatan juga memperingatkan bahwa hidup di rumah sakit bisa berbahaya bagi pasien Alzheimer atau orang yang berjuang dari demensia.

Eugen Brych, Ketua Yayasan Jerman untuk Perlindungan Pasien (Deutsche Stiftung Patientenschutz), mengatakan bahwa lingkungan yang tidak nyaman, kurangnya perawatan, lamanya waktu tunggu, dan hiruk-pikuk keramaian umum dapat memperburuk kecemasan pada pasien pengidap Alzheimer atau serupa.

"Tinggal di rumah sakit sering juga menyebabkan banyak penyintas menderita disorientasi dan agitasi yang lebih parah," kata Brych, sekaligus menyerukan fasilitas perawatan untuk beradaptasi dengan lebih baik dalam merawat semakin banyaknya pasien tersebut.

Secara khusus, Brych merekomendasikan agar rumah sakit mengizinkan seseorang yang dekat dengan pasien untuk menemani mereka, serta mempekerjakan spesialis yang terlatih untuk menemani pasien demensia. "Itu juga akan mengurangi beban perawat dan profesional medis lainnya," kata Brych.

kp/ha (dpa, KNA)