Kapolri Ungkap 4 Pejabat yang Jadi Incaran Pembunuhan | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 28.05.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Ungkap 4 Pejabat yang Jadi Incaran Pembunuhan

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian ungkapkan Wiranto, Luhut Pandjaitan, Budi Gunawan, Gories Mere jadi incaran pembunuhan. Menko Polhukam Wiranto katakan dalangnya sudah diketahui.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere disebut telah menjadi incaran pembunuhan dari enam orang yang ditahan polisi pada hari Senin (27/05).

"Ada Pak Wiranto, Menko Polhukam, Ada Pak Luhut, Menko Maritim. Lalu ada Pak Kepala BIN, dan juga ada Pak Gories Mere," kata Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian seperti dilansir Kompas.com. Tito mengatakan hal tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan kepolisian.

"Ini dari hasil pemeriksaan tersangka. Jadi bukan informasi intelijen. Kalau informasi intelijen tidak perlu pro justicia," katanya.

Dalang rencana pembunuhan sudah diketahui

Menurut Menko Polhukan Wiranto dalang dari rencana pembunuhan empat pejabat negara tersebut telah diketahui. Ia mengatakan pengungkapan identitas orang yang memerintahkan rencana pembunuhan itu harus menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

"Sudah, sudah, dalangnya sudah diketahui. Ya nggak bisa (diungkapkan dari mana aktornya), nanti tunggu kepolisian saja. Tunggu, tunggu. Tunggu saja, nanti kan ada pemeriksaan," ujar Wiranto di kantor PPATK, Jalan Ir H Juanda, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/05), dikutip dari Detiknews.

Sebelumnya polisi menahan enam orang karena diduga berencana membunuh empat pejabat negara ketika aksi 22 Mei. Senjata ilegal dan rompi antipeluru bertuliskan ‘polisi‘ turut ditemukan.

 yp/ts (kompas.com, detiknews)

Laporan Pilihan