1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kakao dan Daging Buatan Reaktor Bioreaktor

21 April 2026

Kakao atau daging sapi belakangan menjadi komoditas yang kian diburu pasar global. Tapi ketika permintaannya terus melonjak, pasokan makin terbatas, entah karena keterbatasan alam atau krisis iklim yang semakin nyata. Akibatnya, harga merangkak naik dan memaksa industri mencari alternatif demi menjaga keberlanjutan pasokan pangan dunia, mulai dari protein nabati hingga bahan baku pengganti.

https://p.dw.com/p/5CaKU

Cokelat semakin disukai di banyak negara. Namun harga kakao mentah tidak semanis cokelat yang disukai orang. Dalam dua tahun saja harganya naik 400%. Sebabnya, dunia usaha giat mencari alternatif lain. Perusahaan Food Brewer dari Swiss kini mengembangkan kakao buatan melalui bioreaktor. 

Di dalamnya sel-sel bermultiplikasi dan menjadi bahan mentah bagi cokelat. Inilah kakao dari danau Zürich bukan Ghana. Tantangannya, Food Brewer belum menghasilkan keuntungan. Izin bagi produksi dalam jumlah besar belum keluar, dan prosesnya mahal.

Bertahan dengan produk yang belum dapat kami jual sangat sulit, kata Christian Schaub, CEO Food Brewer. Untuk saat ini, perusahaan menopang operasinya lewat produk pengganti kakao berbasis nabati. Namun, jalan terjal menghadang industri daging alternatif. Daging steak hasil bioreaktor saat ini masih jauh dari layak pasar.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait