Jerman Perluas Larangan Iklan Rokok dan Produk Tembakau | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 07.07.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Larangan iklan rokok

Jerman Perluas Larangan Iklan Rokok dan Produk Tembakau

Jerman memperkenalkan serangkaian aturan baru pembatasan iklan produk tembakau. Hingga kini, Jerman satu-satunya negara Uni Eropa yang masih mengizinkan produk tembakau diiklankan secara luas.

Pemerintah Jerman mengumumkan akan membatasi iklan produk-produk tembakau mulai Januari 2022, setelah bertahun-tahun melakukan negosiasi tentang itu. Iklan produk tembakau nantinya hanya akan diizinkan di toko-toko tembakau. Selama ini, iklan rokok misalnya masih terlihat di jalan-jalan dan di halte bus.

Iklan rokok juga masih ada di bioskop. Menurut aturan yang baru, iklan untuk produk tembakau di bioskop nantinya hanya bisa ditampilkan untuk film-film yang tidak ditujukan bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Pembatasan iklan luar ruang akan diterapkan secara bertahap – berlaku mulai 1 Januari 2022 untuk produk tembakau, dan 1 Januari 2024 untuk produk rokok listrik atau e-cigarette. Sedangkan peraturan baru untuk iklan produk tembakau di bioskop diharapkan mulai berlaku pada pergantian tahun 2021 ke 2022.

Deutschland Tabakwerbung

Iklan rokok luar ruang di Jerman

Negara terakhir di Uni Eropa

Para ahli kesehatan sejak lama menuntut agar iklan produk tembakau dilarang secara luas. Saat ini, iklan produk tembakau memang dilarang di media, tetapi Jerman sebagai satu-satunya negara di Uni Eropa yang masih mengizinkan iklan produk tembakau di jalanan dan di bioskop.

Prakarsa memperketat larangan iklan produk tembakau pernah dicoba tahun 2016, namun mendapat penentangan dari fraksi Unikristen CDU/CSU yang memimpin pemerintahan di bawah Kanselir Angela Merkel.

Sekarang pun, partai liberal demokrat FDP yang beroposisi, mengkritik rencana pelarangan iklan produk tembakau di luar ruang sebagai tindakan yang ''terlalu jauh".

"Larangan iklan pada produk tembakau dan e-cigarette adalah campur tangan negara yang benar-benar berlebihan," kata politisi FDP Frank Sitta kepada kantor berita AFP.

Perusahaan rokok dan tembakau multinasional Philip Morris juga mengkritik keputusan itu. Managing Director Philip Morris, Claudia Oeking mengatakan bahwa "penerangan" tentang produk yang baru bisa menjadi alternatif yang mungkin membantu perokok "beralih ke produk yang kurang berpolusi."

Symbolbild Marlboro-Mann

Pabrik rokok perusahaan Philip Morris di Berlin

Deutsches Kinderhilfswerk: Larangan tidak cukup jauh

Namun badan amal anak di Jerman, Deutsches Kinderhilfswerk mengatakan, larangan itu masih tidak cukup jauh. Mereka menyerukan larangan promosi rokok oleh duta iklan serta larangan produsen produk tembakau mensponsori acara-acara.

"Konvensi PBB tentang Hak-Hak Anak juga harus ditegakkan secara konsisten di bidang iklan tembakau", kata Holger Hofmann, Direktur Deutsches Kinderhilfswerk. Industri tembakau harus diatur sedemikian rupa, sehingga kesejahteraan dan hak-hak seorang anak tidak terdampak, tambahnya.

Menurut Deutsches Kinderhilfswerk, negara-negara yang memberlakukan larangan iklan tembakau yang komprehensif telah berhasil menurunkan tingkat konsumsi tembakau.

Industri tembakau di Jerman menghabiskan sekitar 100 juta euro per tahun untuk iklan di bioskop dan iklan luar ruang. Otoritas lokal juga mengantongi sebagian pengeluaran iklan itu sebagai pendapatan dari izin memasang poster iklan di jalan-jalan dan halte bus.

hp/pkp (dpa, afp, kna)