1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman-Norwegia Minta NATO Berperan dalam Infrastruktur Laut

Mark Hallam
1 Desember 2022

Para pemimpin Jerman dan Norwegia akan mengusulkan agar NATO berperan dalam melindungi infrastruktur bawah laut seperti jaringan pipa gas atau kabel serat optik. Pengumuman ini menyusul sabotase jalur pipa Nord Stream.

https://p.dw.com/p/4KK5y
Dänemark | Gasleck an Nord Stream 2 Pipeline südlich von Dueodde
Foto: Danish Defence/UPI/Newscom/picture alliance

Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan pada Rabu (30/11) bahwa mereka akan berbicara dengan Sekjen NATO tentang keterlibatan aliansi dalam operasi masa depan untuk melindungi infrastruktur bawah laut yang kritis, seperti jaringan pipa gas atau kabel serat optik.

Store mengatakan Norwegia telah meningkatkan kewaspadaan di lokasi tersebut sehubungan dengan invasi Rusia ke Ukraina dan terlebih setelah sabotase pipa gas Nord Stream.

Store mengunjungi ibu kota Jerman pada Rabu (30/11) untuk pembicaraan bilateral dan untuk menghadiri Konferensi Keamanan Berlin dengan Scholz.

"Kanselir dan saya telah setuju untuk mengusulkan inisiatif informal untuk meningkatkan keamanan infrastruktur bawah laut - bisa berupa jaringan pipa, bisa serat, bisa telekomunikasi," kata Store di Konferensi Keamanan Berlin.

Store juga membahas proposal tersebut dengan DW, seraya mengatakan bahwa beberapa mitra Eropa telah menawarkan kerja sama yang lebih erat dengan Norwegia. Pada tahun 2021, Norwegia adalah pemasok gas alam terbesar kedua di Uni Eropa setelah Rusia, tetapi impor gas Rusia dari 27 anggota blok tersebut telah menurun drastis pada tahun 2022 setelah Moskow menginvasi Ukraina pada bulan Februari.

"Kami memiliki 90 anjungan di luar sana dan kami memiliki sekitar 9.000 kilometer jalur pipa. Namun, saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami menjaganya dengan sangat cermat, dan kami melakukannya juga sekarang dengan sekutu kami. Jadi bersama Jerman, United Kingdom, Prancis, Belanda, kami (sekarang) bergerak lebih aktif bersama-sama," kata Store kepada DW. 

Berlin | Olaf Scholz und Jonas Gahr Store
Foto: Kay Nietfeld/dpa/picture alliance

NATO sambut baik usulan Jerman dan Norwegia

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg melakukan perjalanan ke Berlin untuk menghadiri konferensi dan akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Scholz pada Kamis (01/12). Dalam pernyataan melalui email kepada kantor berita Reuters, Stoltenberg mengatakan dia menyambut baik usulan tersebut.

"Kami telah meningkatkan upaya kami setelah sabotase jalur pipa Nord Stream baru-baru ini, dan sangat penting untuk melakukan lebih banyak lagi untuk memastikan infrastruktur lepas pantai kami tetap aman dari tindakan destruktif di masa depan," katanya.

Rusia menyangkal keterlibatan dalam sabotase pipa Nord Stream dan mencoba menyalahkan Inggris. 

Scholz: Rusia tidak bisa menang secara militer di Ukraina

Scholz dan Store sama-sama mengutuk agresi Rusia di Ukraina pada Konferensi Keamanan Berlin.

"Rusia, saya yakin akan hal ini, tidak dapat dan tidak akan memenangkan perang ini di medan perang lagi. Serangan tanpa ampun terhadap infrastruktur penting, pada jaringan pipa air dan energi, di kota-kota besar dan kecil, itu adalah strategi yang mengerikan dan sekaligus putus asa," kata Scholz.

"Rusia harus menyadari, kami akan mendukung Ukraina selama diperlukan," kata Scholz. "Secara ekonomi, finansial, dengan bantuan kemanusiaan, membangun kembali infrastruktur energi yang hancur saat ini, dan juga dengan senjata."

Store juga mengatakan perang harus dihentikan, tetapi hanya satu pihak yang benar-benar memiliki kekuatan untuk memastikan hal ini.

"Saya pikir itu telah dikatakan dengan baik: Jika Rusia menghentikan perang, perang berhenti. Jika Ukraina menghentikan perang, Ukraina menghilang. Dan kita tidak dapat membiarkan itu terjadi dan itulah mengapa ini sangat penting bagi Ukraina, tetapi ini adalah masalah nilai kritis untuk setiap negara bebas di Eropa," kata Store. "Dan Norwegia menyadari hal ini dan kami akan menghadapi tantangan itu bersama Jerman."

(pkp/ha)