Jerman Catat Rekor Tertinggi Tingkat Infeksi COVID-19, Parlemen Siapkan Aturan Baru | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 16.11.2021

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Jerman Catat Rekor Tertinggi Tingkat Infeksi COVID-19, Parlemen Siapkan Aturan Baru

Jumlah kasus virus corona baru seminggu terakhir di Jerman telah mencapai rekor baru seiring melonjaknya tingkat infeksi di sana. Parlemen Jerman sedang mempertimbangkan aturan "penguncian bagi yang belum divaksinasi."

Jerman dilaporkan memasuki periode gelombang keempat virus corona, dan menjadi salah satu negara di Eropa dengan tingkat vaksinasi terendah

Jerman dilaporkan memasuki periode gelombang keempat virus corona dan menjadi salah satu negara di Eropa dengan tingkat vaksinasi terendah

Jerman dilaporkan telah mencatat rekor tingkat infeksi COVID-19 baru selama seminggu terakhir, demikian menurut data yang dirilis pada hari Senin (15/11).

Berdasarkan data terbaru dari badan pengendalian penyakit menular di Jerman, Robert Koch Institute (RKI) menunjukkan jumlah kasus baru per 100.000 orang dalam tujuh hari terakhir mencapai 303 kasus. Ini adalah pertama kalinya data tersebut melampaui angka 300 sejak pandemi dimulai dan terjadi hanya satu minggu sejak lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencapai lebih dari 200 kasus.

Hanya 67,5% dari populasi Jerman saat ini yang divaksinasi lengkap. Virus corona varian delta yang sangat menular telah menyebar melalui populasi yang belum divaksinasi menjelang musim dingin saat ini.

Bagaimana kondisi Jerman saat ini?

RKI melaporkan terdapat tambahan kasus baru sebanyak 23.607 kasus dan 43 kasus kematian sepanjang hari Senin (15/11). Jumlah total kasus sejak awal pandemi pun telah melewati angka 5 juta. Sedangkan jumlah kematian COVID-19 secara keseluruhan di Jerman sekarang telah mencapai sedikitnya 97.715 kasus.

Sementara jumlah infeksi telah memecahkan rekor demi rekor dalam gelombang keempat yang sedang berlangsung, tingkat rawat inap di Jerman dilaporkan belum mencapai tingkat seperti di awal pandemi.

Pada hari Jumat (12/11), tingkat rawat inap berada di angka 4,7 orang per 100.000 dalam tujuh hari terakhir, naik dari 4,65 pada hari Kamis (11/11). Angka ini sempat mencapai 15,5 orang per 100.000 selama periode Natal tahun lalu.

Wilayah Jerman mana yang paling parah terkena dampaknya?

Tingkat infeksi yang tinggi sangat bervariasi di seluruh Jerman, di mana beberapa wilayah di Jerman bagian timur dan tenggara melaporkan lebih dari 1.000 kasus baru per 100.000 orang dalam tujuh hari terakhir.

Di negara bagian timur dan tenggara, Sachsen, dilaporkan memiliki tingkat infeksi baru tujuh kali lebih tinggi dibandingkan negara bagian utara, Schleswig-Holstein.

Sachsen sendiri merupakan salah satu negara bagian yang memiliki tingkat vaksinasi terendah di Jerman.

Mengapa kasus melonjak di Jerman?

Dalam wawancaranya dengan Rheinische Post, Frank Ulrich Montgomery, dokter sekaligus wakil presiden Asosiasi Medis Dunia, menyalahkan anggota parlemen bahwa tindakan melawan virus "terlalu terlambat, terlalu setengah hati, terlalu bermacam-macam."

Dia menambahkan bahwa janji yang menyebutkan tidak akan ada vaksinasi wajib atau penguncian lebih lanjut muncul karena kurangnya pemahaman tentang virus corona.

Montgomery menyerukan "vaksinasi wajib di berbagai tempat di mana orang memiliki kewajiban terhadap orang-orang yang mereka lindungi, seperti di panti jompo, rumah sakit, atau di sekolah. Siapa pun yang menolak, tidak dapat bekerja di sana."

Ketua serikat dokter Margburger Bund, Susanne Johna, juga mengkritik kegagalan politik, mengatakan bahwa peringatan lonjakan infeksi yang digaungkan di musim panas telah diabaikan.

"Peringatan diabaikan karena dianggap menakut-nakuti. Nasihat penting diabaikan selama kampanye pemilu karena jelas tidak diinginkan secara politik," katanya kepada media penyiaran publik Tagesschau.

Pertimbangkan vaksinasi wajib sebagian

Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD), Partai Hijau, dan Parta Demokrat Bebas FDP – yang saat ini terlibat dalam perundingan untuk membentuk pemerintahan – dilaporkan telah menyetujui langkah-langkah baru penanganan virus corona, termasuk vaksinasi wajib untuk sektor pekerjaan tertentu, seperti di panti jompo misalnya.

Anggota parlemen saat ini sedang berupaya untuk menurunkan rekor jumlah infeksi yang tinggi di negara itu.

Mereka juga berencana untuk hanya mengizinkan orang yang telah divaksinasi, sembuh, atau dites negatif COVID-19, untuk bisa menaiki kereta dan bus. Jumlah orang juga akan dibatasi untuk dapat bertemu di ruang publik maupun pribadi.

Belum jelas kapan aturan baru ini akan disepakati, tetapi rencana tersebut akan dibahas di parlemen Jerman pada hari Kamis (18/11) mendatang.

Langkah-langkah baru itu sama dengan "penguncian bagi yang belum divaksinasi," kata kepala SPD di Bundestag Dirk Wiese.

Visualisasi data kasus COVID-19 baru di dunia

Visualisasi data kasus COVID-19 baru di dunia

rap/yf (dpa, Reuters, AP)

Laporan Pilihan