Jenderal Abizaid Berada dalam Tekanan Anggota Senat AS | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 16.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jenderal Abizaid Berada dalam Tekanan Anggota Senat AS

Penempatan tentara Amerika tidak lagi tidak terbatas waktunya. Irak harus bertanggung jawab sendiri akan masa depannya.

Bom bunuh diri sudah menjadi keseharian di Irak

Bom bunuh diri sudah menjadi keseharian di Irak

Komisi urusan pertahanan Amerika Serikat yang diketuai oleh senator John Warner dari Partai Republik melakukan pembicaraan mengenai situasi di Irak sekarang. Dalam pernyataannya, Warner mengingatkan bahwa hampir 3.000 tentara Amerika Serikat tewas di Irak dan lamanya penempatan tentara di Irak akan melewati masa saat perang dunia kedua. Warner kemudian bertanya kepada Jenderal Abizaid, bagaimana ia menilai situasi di Irak. "Tingkat kekerasan masih tinggi dan mengkhawatirkan. Namusn keadaanya belum separah seperti bulan Agustus yang lalu.“ Demikian jawaban dari Abizaid.

Senator Joseph D. Kenney dari Partai Demokrat menekan Abizaid dengan mengatakan bahwa jumlah tentara Amerika Serikat yang tewas beberapa bulan terakhir ini terus bertambah. Namun, sang jenderal tetap optimis akan kemampuan pasukan keamanan Irak dengan bantuan tentara Amerika dalam mengatasi situasi tersebut, selama pemerintah Irak mendukung mereka. Menurutnya, rencana penarikan mundur pasukan Amerika Serikat tidak akan membantu sama sekali.

“Yang kami butuhkan sekarang adalah fleksibilitas dalam mengerahkan tentara kami dan tentara Irak sebaik mungkin. Pembatasan pasukan atau jadwal waktu yang jelas mengenai penarikan pasukan akan membatasi fleksibilitas ini.“ Abizaid menambahkan.

Calon ketua komisi urusan pertahanan, Senator Carl Levin dari Partai Demokrat mengatakan hal yang sebaliknya."Jalan keluar secara militer itu tidak ada. Usulan beberapa orang untuk mengirimkan lebih banyak pasukan hanya akan semakin menenggelamkan kita dalam konflik itu. Kita tidak bisa melindungi warga Irak dari bangsa mereka sendiri. Mereka harus secara tegas diberi tahu, bahwa penempatan pasukan Amerika di Irak tidak lagi tidak terbatas waktunya. Irak harus bertanggung jawab sendiri akan masa depan mereka.“

Bahkan dari barisan senator Partai Republik, Jenderal Abizaid harus menerima kritikan. Misalnya, dari Arizona, Senator John McCain. "Saya sangat menghormati Anda dan tugas Anda, tetapi saya menyayangkan bahwa anda berpikir status quo di Irak dan tingkat keberhasilan kita dapat diterima disana. Kebanyakan warga Amerika berpikir sebaliknya.“

Abizaid mengemukakan bahwa di bulan-bulan pertama setelah pengambil alihan kekuasaan di Bagdad April 2003 yang lalu, seharusnya diperlukan pasukan yang lebih banyak. Ia mengatakan, sebagian anggota pasukan Irak masih disusupi oleh kelompok ekstrimis kaum Syiah. Ia juga membenarkan berita-berita di koran yang melaporkan bahwa di beberapa provinsi tenaga kepolisian yang baru direkrut tidak dibayar hingga berbulan-bulan.

Dalam kesempatan yang sama seorang pejabat dengan pangkat yang tinggi juga mempertanyakan kemungkinan dialog antara Amerika Serikat dengan Suriah dan Iran. Ia menggambarkan pengaruh kedua negara terhadap situasi di Irak sebagai hal yang negatif. Jika Damaskus harus menghentikan kerjasama dengan Hisbollah terlebih dahulu sebelum dialog dapat dimulai, dialog dengan Iran pada prinsipnya tidak ada hambatan lagi. Diskusi mengenaii waktu yang tepat masih dibicarakan.

Iklan