Jelang Natal, Mural Kembar Banksy soal Anak Muncul di London
23 Desember 2025
Seniman jalanan anonim asal Inggris, Banksy, memamerkan karya terbarunya di kawasan Bayswater, London. Karya ini muncul dua hari setelah grafiti serupa buatannya muncul di Oxford Street, pusat perbelanjaan tersibuk di kota tersebut.
Mural monokrom itu diunggah pada Senin (22/12) di akun Instagram yang secara umum dianggap sebagai akun resmi Banksy. Gambar tersebut menampilkan dua anak mengenakan jaket musim dingin, topi, dan sepatu bot karet, berbaring telentang sambil menatap dan menunjuk ke arah cahaya merah di puncak sebuah derek yang menjulang di bagian latar belakang.
Mural itu dilukis di bagian sebuah rumah yang tampak kumuh, tepat di atas sebuah garasi. Penempatannya menggambarkan seolah-olah kedua anak tersebut sedang berbaring di atap seng bergelombang dan di samping sebuah kontainer sampah yang penuh dengan barang rongsokan, furnitur bekas, serta peralatan dapur yang dibuang.
Motif yang sama juga muncul beberapa kilometer jauhnya, di pusat Kota London pada akhir pekan lalu. Menurut pengguna Instagram setempat, mural tersebut sudah terlihat sejak Sabtu (20/12) pagi. Mereka pun heran dengan alasan Banksy yang tidak membagikan versi itu melalui kanal resminya.
Pada mural yang berada di dinding kecil di persimpangan Oxford Street dan Tottenham Court Road, kedua anak tersebut tampak menunjuk ke arah Menara Centre Point. Gedung apartemen mewah setinggi 34 lantai itu dibangun pada 1970-an dan pernah diduduki para aktivis sebagai bentuk protes terhadap minimnya perumahan terjangkau di London, kota yang hingga kini masih menghadapi permasalahan peningkatan tunawisma.
Berdasarkan statistik terbaru, sekitar 210.000 orang terpaksa tidur di jalanan ibu kota Inggris. Hampir separuh dari mereka adalah anak-anak, termasuk di kawasan Oxford Street, yang pada malam hari berubah dari pusat belanja Natal menjadi tempat para tunawisma bertahan hidup setelah ratusan toko menutup pintunya.
Apa makna mural Banksy?
"Saya rasa ini sangat bermakna karena orang-orang berlalu begitu saja di depan mural ini, sama seperti mereka berlalu di depan para tunawisma yang tidak ingin mereka lihat," kata salah satu penggemar Banksy sekaligus pembuat sketsa, Daniel Lloyd-Morgan, kepada penyiar publik Jerman Tagesschau. "Saya pikir itulah yang ingin Banksy sampaikan ke kita."
Namun, masyarakat juga punya tafsir yang beragam.
"Kalau ini memang karya Banksy, mungkin dia ingin mengatakan bahwa 'lihatlah kota ini, nikmati pemandangannya,'" kata seorang warga kepada Tagesschau. "Mungkin ini seorang prajurit yang gugur, dengan sisi kanak-kanaknya yang menunjukkan jalan menuju surga," ujar warga lain.
Di Instagram, seorang pengguna menulis komentar di bawah unggahan Banksy. "Kita semua berada di selokan, tetapi sebagian dari kita menatap bintang-bintang," mengutip dialog tokoh Lord Darlington dalam drama karya Oscar Wilde tahun 1892, Lady Windermere's Fan.
Pengguna lain menyoroti waktu kemunculan dua mural tersebut yang bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin pada Minggu, 21 Desember 2025, hari terpendek dan tergelap dalam setahun di belahan Bumi utara.
Sementara itu, seorang pengguna menulis singkat. "Yang kami inginkan untuk Natal hanyalah Banksy."
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu
Editor: Muhammad Hanafi