Jabodetabek Banjir, Presiden Jokowi Minta Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat Bersinergi | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 01.01.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Banjir Jabodetabek

Jabodetabek Banjir, Presiden Jokowi Minta Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat Bersinergi

Beberapa ruas jalan hingga objek vital terdampak banjir di Jakarta dan sekitarnya. Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk normalisasi.

"Yang berkaitan dengan normalisasi untuk fasilitas-fasilitas umum karena ini sudah masuk di Jakarta, sudah masuk ke Halim, sudah masuk ke tol Cikampek, kemudian juga di beberapa objek vital, saya kira ini harus segera dinormalisasi sehingga fungsi-fungsi itu kembali menjadi normal," kata Jokowi di Gedung Agung Yogyakarta, dalam siaran pers dari Sekretariat Presiden, Rabu (1/1/2020).

Banjir terjadi akibat hujan ekstrem pada hari ini (01/01). Sejumlah titik terendam. Jokowi pun meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama dalam menanggulangi banjir.

"Pemerintah pusat memang ini baru dalam proses dan belum selesai, misalnya waduk Cimahi, waduk Ciawi, mungkin baru tahun depan selesai. Tetapi di luar itu, semuanya harus selesai," kata Jokowi.

Terlepas dari itu, Jokowi menekankan keselamatan warga dalam menghadapi situasi bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Jokowi meminta pihak terkait seperti BNPB, Pemprov dan SAR saling bersinergi.

Baca Juga: Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah, Apa Kata Pakar Jerman?

Keselamatan warga nomor satu

"Urusan banjir yang paling penting ini adalah yang berkaitan dengan keselamatan warga dinomorsatukan. BNPB, pemerintah provinsi, SAR, semuanya harus segera bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, memberikan keselamatan kepada warga yang terkena bencana banjir," jelas Jokowi.

Di penghujung keterangannya, Kepala Negara juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir yang melanda beberapa daerah. "Hati-hati," katanya.

Baca Juga: Deforestasi Penyebab Banjir Bandang Telan Korban di Papua

Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mau menyalahkan pihak manapun terkait banjir yang terjadi hari ini. Anies menegaskan siap bertanggung jawab menanggulangi masalah banjir.

"Pemprov DKI mengambil sikap bertanggung jawab atas masalah yang sekarang muncul. Kami respons cepat, kami bantu tangani. Pada saat ini kami tidak mau nyalahkan siapapun dan apapun sekarang adalah saatnya memastikan warga selamat dan terlindungi," kata Anies saat ditemui meninjau tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, seperti dilansir Antara, Rabu (1/1/2020).

Baca Juga: Di München, Peneliti Indonesia Mengantisipasi Bencana Lewat Program Numerik

Prioritas utama evakuasi warga

Menurutnya, prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengevakuasi masyarakat dari banjir. Sehingga tidak ada korban akibat hujan dengan curah tinggi yang mengguyur Jakarta sejak sore kemarin. "Saya sampaikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI tidak ada saling menyalahkan pada fase ini. Tidak usah menyalahkan orang pada fase ini. Prioritas saat ini seluruh warga Jakarta terselamatkan," kata Anies.

Hingga saat ini diketahui beberapa daerah masih melakukan evakuasi warga, salah satunya seperti di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Anies mengatakan sekitar 100 warga masih terjebak di rumahnya dan belum terevakuasi dari banjir yang mengepung kawasan itu.

"Tadi lebih dari 100 orang masih berada di rumahnya. Jadi kita fokus ke situ dulu. Evakuasi. Baru setelah semua selesai kita lihat apa sumber masalahnya," kata Anies.

Usai meninjau tanggul di Jalan Latuharhari, Anies bergerak menuju ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

yp/na

Baca selengkapnya di: Detik News

Halim hingga Tol Cikampek Banjir, Jokowi Instruksikan Normalisasi

Jakarta Banjir, Jokowi: Nomorsatukan Keselamatan Warga

Anies soal Jakarta Banjir: Kami Tak Mau Salahkan Siapapun