Israel Koreksi Penjelasan tentang Insiden dengan Kapal Jerman | Fokus | DW | 27.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Israel Koreksi Penjelasan tentang Insiden dengan Kapal Jerman

Israel akui insiden terjadi 100 km dari pesisir Libanon, bukan di dekat pantai.

Jet tempur F-16 milik Israel

Jet tempur F-16 milik Israel

Pemerintah Israel mengkoreksi dan menyatakan dengan lebih jelas uraian mereka tentang insiden tersebut. Pesawat tempur Israel melintas di atas kapal pengintai berteknologi tinggi milik Angkatan Laut Jerman, dan bukan di atas helikopter marinir Jerman yang tidak mengidentifikasi diri dengan tepat, sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya.

Selain itu Israel mengakui pula, insiden tersebut terjadi sekitar 100 km jauhnya dari pesisir Libanon. Sampai Kamis kemarin jurubicara militer Israel masih menyatakan peristiwanya terjadi di dekat pantai Israel.

Jurubicara Kementrian Luar Negeri Israel di Tel Aviv Mark Regev menegaskan pada Radio Jerman bahwa peristiwa itu terjadi seperti yang disampaikan kementrian Luar Negeri Jerman sejak dua hari lalu: 6 pesawat tempur Israel tipe F16 terbang rendah di atas Alster, kapal pengintai milik angkatan laut Jerman.

Bahwa pada peristiwa itu pesawat tempur Israel melepaskan tembakan, tidak lagi disangkal oleh Regev. Ia berulangkali menekankan: kami tidak memenembaki kapal itu.

Sebuah penjelasan yang tidak perlu dibantah, karena sejak awal keterangan dari pihak Jerman adalah: jet tempur Israel tidak menembak ke arah kapal pengintai Jerman melainkan ke atas kapal itu.

Menurut sumber di Kementrian Pertahanan Jerman, dengan piranti canggih elektro optik, kru kapal Alster berhasil merekam jet tempur Israel yang terbang di atas mereka, juga tembakan dua peluru yang dilepaskan salah satu jet. Di samping itu, pelepasan apa yang disebut sinar pengacak infra merah, juga bisa didokumentasikan.

Jadi tidak ada keraguan lagi tentang kepastian terjadinya peristiwa itu. Dan hal itupun sudah disampaikan pihak militer israel Rabu malam (25/10).

Pada hari dimana peristiwa itu terjadi Selasa (24/10), Alster, kapal Jerman yang dilengkapi alat pelacak lokasi berteknologi tinggi, berada dekat perbatasan yang merupakan wilayah pengawasan angkatan laut Jerman yang tergabung dalam misi PBB.

Alster ditempatkan di kawasan krisis itu untuk memperoleh informasi strategis. Ia bertugas sebagai pengaman intelijen kapal-kapal Jerman di lepas pantai.

Insiden yang terjadi Selasa pagi itu rupanya memicu ketegangan diplomatik secara luas antara Berlin dan Yerusalem, lebih dari yang selama ini muncul di permukaan. Kini, pemerintah Israel berupaya untuk mengatasi kejengkelan meluas pemerintah Jerman mengenai insiden itu.

Fakta yang terutama menimbulkan kejengkelan besar adalah, bahwa yang menjadi sasaran jet tempur Israel adalah kapal pengintai Jerman yang tengah beroperasi di perairan internasional, dan bukan kapal-kapal Jerman yang bertugas untuk PBB di dekat pantai Israel.