1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Pembicaraan kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan)Foto: Olivier Hoslet/AFP

Inggris-UE Sepakat Kerja Ekstra Capai Kesepakatan Brexit

14 Desember 2020

Setelah diprediksi akan menjadi kesempatan terakhir menentukan nasib Brexit pada Minggu (13/12), Inggris dan Uni Eropa belum juga mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak akan "bekerja ekstra" untuk mencapai kesepakatan.

https://www.dw.com/id/inggris-ue-sepakat-kerja-ekstra-capai-kesepakatan-brexit/a-55928835

Inggris dan Uni Eropa (UE) akan melanjutkan pembicaraan tentang perjanjian perdagangan bebas Brexit. Sebelumnya, pertemuan pada Minggu (13/12) yang diprediksi akan menjadi ''Hari Penentuan'' belum juga menghasilkan kesepakatan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kedua pihak "bertanggung jawab untuk bekerja ekstra" demi mencapai kesepakatan.

"Kami telah memberi mandat kepada negosiator kami untuk melanjutkan pembicaraan dan untuk melihat apakah kesepakatan masih dapat dicapai pada tahap akhir ini," katanya.

Pernyataan bersama ini dibacakan usai pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Johnson mengatakan Inggris tidak akan meninggalkan pembicaraan Brexit, namun harus bersiap untuk ''Hard Brexit'', yaitu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

"Kami akan terus membicarakan kesepakatan. Inggris pasti tidak akan meninggalkan pembicaraan. ... Hal yang paling mungkin sekarang adalah kita harus bersiap-siap untuk pembicaraan persyaratan WTO, persyaratan Australia," kata Johnson.

Sebelumnya, pada Minggu (13/12), kepala negosiator dari UE dan Inggris melanjutkan upaya mencapai kesepakatan tentang hubungan dagang Inggris-UE di masa depan. David Frost perwakilan Inggris dilaporkan meninggalkan pembicaraan kesepakatan setelah satu setengah jam rapat, untuk menjalankan misi diplomatik Inggris di Brussels.

Sementara, Kanselir Jerman Angela Merkel menekankan Inggris dan UE perlu melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk mencapai kesepakatan. 

Negosiasi yang sulit

Inggris secara resmi akan meninggalkan UE pada 31 Januari 2021, namun perdagangan dan sektor lainnya tetap berada dalam struktur UE hingga akhir tahun.

Pembicaraan Brexit telah menemui banyak kegagalan selama ini, sebagian besar karena Inggris bersikukuh bahwa harus ada pembatasan sesedikit mungkin terkait proses perdagangan dengan UE. Sementara, UE berpegang teguh pada aturan untuk memastikan persaingan dagang yang adil.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pada Minggu (13/12) bahwa mungkin ada "jalan panjang yang harus dilalui."

Potensi kekacauan Brexit sangat besar

Jika kesepakatan tidak juga tercapai dalam perundingan lanjutan, maka semakin sedikit waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan kemungkinan kekacauan menuju 1 Januari. Impor ke dan ekspor keluar dari Inggris akan terpengaruh secara negatif.

Tanpa kesepakatan, Inggris harus menjalani proses dagang dengan UE di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebuah sistem yang secara halus disebut oleh PM Inggris Boris Johnson sebagai model "Australia", sistem yang banyak memerlukan tarif dan hambatan.

Masalah lain yang menghambat pembicaraan Brexit adalah perbedaan pengawasan hukum atas kesepakatan apa pun dan hak penangkapan ikan di perairan Inggris.

Johnson, yang mengatakan "sangat, sangat mungkin" bahwa negosiasi akan gagal, menegaskan bahwa Inggris akan tetap berkembang meskipun kesepakatan berhasil tercapai atau gagal. (pkp/ha)