Ilmuwan Berupaya Ungkap Misteri Loch Ness Lewat Metode Deteksi DNA Termodern | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 18.06.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Misteri

Ilmuwan Berupaya Ungkap Misteri Loch Ness Lewat Metode Deteksi DNA Termodern

Ilmuwan Selandia Baru menggunakan metode deteksi DNA terbaru untuk mencari makhluk misterius di Skotlandia. Loch Ness dilaporkan penampakannya sejak lebih dari 1.500 tahun.

Seorang ilmuwan asal Selandia Baru melakukan perjalanan ke Loch Ness di Skotlandia dengan timnya untuk mengumpulkan sampel air dari danau yang mungkin memberikan petunjuk tentang makhluk apa yang bersembunyi di perairannya - termasuk monster legendaris yang diduga telah terlihat lebih dari 1.000 kali dalam 1500 tahun terakhir.

"Lebih dari 1.000 orang mengklaim bahwa mereka telah melihat monster. Mungkin ada sesuatu yang luar biasa di luar sana," kata ahli genetika Neil Gemmell dari Universitas Otago kepada kantor berita Agence France-Presse.

Profesor Gemmell mengatakan bahwa sampel air yang diambilnya akan dinilai untuk "DNA monster", tetapi mengakui bahwa proyeknya sebagian besar berkaitan dengan pengujian teknik DNA yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi umum tentang dunia alam.

DNA lingkungan, atau eDNA, adalah teknik penelitian yang memanfaatkan jejak organik yang ditinggalkan oleh organisme hidup untuk mengidentifikasi mereka, dan sekaligus memberikan para ilmuwan informasi penting tentang seluruh ekosistem.

Sejarah panjang penampakan

Penampakan pertama makhluk aneh di Loch Ness, sebuah danau di Skotlandia utara, dikaitkan dengan Saint Columba, yang membawa agama Kristen ke Skotlandia pada abad keenam.

Penampakan terbaru adalah pada 26 Maret tahun ini dilihat oleh pasangan dari Amerika Serikat.

Banyak orang yang mengaku telah melihat makhluk itu menggambarkannya sebagai makhluk reptil berleher panjang. Ini memunculkan teori bahwa Nessie, julukan monster Loch Ness, bisa jadi merupakan plesiosaurus yang tersisa dari zaman dinosaurus. Hewan tersebut dianggap telah punah setidaknya selama 66 juta tahun.

Teori lain mengatakan Nessie mungkin adalah seekor ikan sturgeon atau ikan lele Wels (Wels catfish), meskipun tidak ada yang pernah tertangkap di danau tersebut.

Timothy Jones, AFP (vlz/yf)

 

Laporan Pilihan