Harapan Jerman: AS Mengubah Haluan Politiknya | Fokus | DW | 07.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Harapan Jerman: AS Mengubah Haluan Politiknya

Mulai 1 Januari 2007 Jerman memegang jabatan Kepresidenan Dewan Uni Eropa. Kamis (7/12) ini Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier kembali berangkat ke AS untuk bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah AS.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier yang kerajinan terbang

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier yang kerajinan terbang

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier bisa dibilang kecanduan terbang. Baru kembali dari Timur Tengah, ia langsung berangkat lagi ke Amerika Serikat untuk satu setengah hari. Padahal Steinmeier baru saja bertemu dengan rekannya Condoleezza Rice saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Riga. Besok (Jumat 8/12), Steinmeier akan bertemu kembali dengan Rice.

Disamping mempererat kerja sama dengan Washington, ada maksud tertentu, mengapa Steinmeier berangkat lagi. Juru bicara kementeri luar negeri Jerman Martin Jäger memberi alasan mengapa Steinmeier seolah kecanduan terbang:

“Kunjungan ke Washington didasari alasan lain. Kami tidak hanya mewakili pemerintah Jerman, akan tetapi juga hadir sebagai pemegang jabatan kepresidenen Dewan Uni Eropa yang akan datang. Kami akan berupaya, dimana kami saling membutuhkan dan menetapkan kebijakan politik untuk setengah tahun mendatang.”

Yang perlu dibicarakan disamping negara-negara yang dilanda krisis terus-menerus seperti Afghanistan dan kawasan Balkan adalah pemecahan masalah pelik lainnya yaitu pengamanan energi serta perlindungan iklim. Namun, Steinmeier akan memprioritaskan untuk menghidupkan kembali kuartet Timur Tengah. Tim kuartet tersebut terdiri dari Uni Eropa, yang diwakili Jerman selama setengah tahun mulai Januari mendatang, Amerika Serikat, Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, Steinmeier menyarankan perubahan haluan politik di Irak untuk meredakan suasana. Juru bicara kementerian luar negeri Jerman, Martin Jäger menambahkan:

“Tentu kami ada kepentingan tertentu dalam hal ini dan akan pergi ke Washington dengan penuh harapan, untuk mengetahui langsung bagaimana reaksi di Washington.”

Disamping bertemu dengan Condoleezza Rice, Steinmeier juga akan bertemu dengan tiga senator yang berpengaruh. Yakni Joseph Lieberman, dari kubu demokrat, Jacques Hagel, republikan yang menentang Bush, dan senator Carl Levine, yang memimpin komisi pertahanan.

Karsten Voigt, koordinator kerja sama Amerika Serikat dengan Jerman di tingkat pemerintahan mengatakan bahwa kini Amerika Serikat memandang Jerman sebagai eksportir keamanan dan stabilitas sekaligus menganggap serius segala hasil pemeriksaan yang diperoleh Jerman. Voigt mengatakan:

“Amerika Serikat sekarang berbeda daripada di awal pemerintahan Bush. Mereka lebih terbuka untuk konsultasi dan menerima sudut pandang mitra Eropanya. Ini sangat baik. Sementara ini, Washington menyiapkan perubahan haluan politik luar negerinya terutama untuk kawasan Timur Tengah. Kenyataan, bahwa Jerman di kawasan tersebut semakin disegani, menunjukkan pentingnya kunjungan Steinmeier ke Washington.”

Hari Minggu mendatang sudah dapat dilihat, apakah kesepakatan Washington dapat diterapkan dalam perundingan dengan presiden Mesir Mubarak di Berlin.