1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Hukum dan Pengadilan

Gugatan Terhadap AstraZeneca Mulai Disidangkan di Brussel

26 Mei 2021

Komisi Eropa menggugat AstraZeneca ke pengadilan untuk memaksa perusahaan menyalurkan 90 juta dosis lebih vaksin Covid-19 sebelum bulan Juli, sesuai perjanjian. AstraZeneca membantah ada perjanjian semacam itu.

https://p.dw.com/p/3tyct
Persidangan gugatan Komisi Eropa terhadap AstraZeneca di Brussel
Persidangan gugatan Komisi Eropa terhadap AstraZeneca di BrusselFoto: Virginia Mayo/AP/picture-alliance

Pengadilan di Brussel hari Rabu (26/5) mulai menyidangkan pengaduan hukum Komisi Eropa terhadap grup farmasi AstraZeneca. Uni Eropa menngajukan gugatan karena produsen obat Inggris-Swedia itu gagal memasok jutaan vaksin Covid-19 seperti disepakati dalam kontrak. Kegagalan pemasokan itu sempat menghambat upaya vaksinasi di seluruh Uni Eropa.

Uni Eropa juga menuduh AstraZeneca - yang bekerja sama dengan Universitas Oxford dalam mengembangkan vaksinnya - memfavoritkan Inggris dalam pengiriman vaksin produknya.

Pengacara dari kedua belah pihak muncul di hadapan hakim di pengadilan di Brussels untuk pertama kalinya dan memaparkan kasus mereka. Sidang selanjutnya dijadwalkan digelar pada hari Jumat, 28 Mei, kata pengadilan.

AstraZeneca bantah komitmen pengiriman vaksin

AstraZeneca awalnya berkomitmen untuk menyalurkan 300 juta dosis vaksin dari Desember 2020 hingga akhir Juni 2021. Tetapi yang dikirimkan dan tiba pada empat bulan pertama 2021 hanya hanya 30 juta dosis.

Menurut Komisi Eropa, AstraZeneca sekarang hanya menjanjikan 70 juta dosis pada kuartal kedua 2021, sekalipun yang telah dijanjikan adalah penyaluran 180 juta dosis.

Dengan gugatan ini, UE ingin menekan AstraZeneca untuk menyalurkan lebih 90 juta lebih dosis vaksin sebelum bulan Juli.

AstraZeneca berulang kali membantah telah gagal memenuhi komitmennya dan menyebut tuduhan Komisi Eropa sebagai "tidak berdasar." Menurut pengacaranya, AstraZeneca tidak berkewajiban untuk mengirimkan seluruh volume dosis seperti yang dijanjikan, dan mengklaim bahwa pihaknya hanya "berkomitmen" untuk melakukan "upaya terbaik yang wajar".

AstraZeneca utamakan pengiriman ke Inggris?

UE mengatakan telah menginvestasikan 2,7 miliar euro sebagai bagian dari perjanjian dengan AstraZeneca untuk membiayai produksi vaksinnya di empat pabrik. Pengacara Komisi Eropa Rafael Jafferali mengatakan, perusahaan itu seharusnya menggunakan keempat pabrik yang tercantum dalam kontrak mereka untuk pengiriman vaksin ke Uni Eropa.

"Kontrak tersebut mencantumkan serangkaian unit produksi yang digunakan oleh AstraZeneca dan masih (digunakan) hari ini, '' kata Rafael Jafferali. Diplomat dan anggota parlemen UE juga menunjukkan bahwa AstraZeneca sebagian besar telah memenuhi pesanan dosis vaksin ke Inggris, yang menjadi lokasi kantor pusat perusahaan.

Direktur AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan kepada harian Financial Times, pemerintah Inggris memang telah mendapat jaminan prioritas untuk pengiriman vaksin. Dia mengatakan itu adalah bagian dari kesepakatan yang ditandatangani dengan Universitas Oxford sebagai imbalan atas investasi mereka, sebelum AstraZeneca bergabung sebagai mitra untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin.

"Tentu saja, ketika Anda melakukan sesuatu seperti ini sebagai pemerintahan, Anda tidak melakukannya secara gratis,'' kata Soriot." Anda ingin ada imbalannya, dan itu cukup adil, yaitu prioritas. ''

hp/as (afp, ap)