Sederet Masalah Penting yang Jadi Fokus Perhatian Pemerintah Baru Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 26.11.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Sederet Masalah Penting yang Jadi Fokus Perhatian Pemerintah Baru Jerman

Koalisi pemerintahan Jerman yang terdiri dari Partai SPD, Partai Hijau dan FDP telah menyepakati peta jalan perpolitikan mereka. Apa saja isu utama yang jadi fokus mereka ke depan?

Koalisi pemerintahan baru Jerman

Koalisi pemerintahan baru Jerman

Kesepakatan yang dibuat oleh koalisi pemerintahan baru Jerman yang terdiri dari Partai Sosial Demokrat (SPD), Partai Hijau, dan partai ramah bisnis FDP mengisyaratkan lampu hijau untuk pembaruan di berbagai kebijakan sosial. Dokumen kesepakatan setebal 177 halaman itu berjudul "Berani Membuat Lebih Banyak Kemajuan" dan menguraikan peta politik koalisi untuk Jerman.

Saat ini, perjuangan untuk menekan sebaran wabah COVID-19 adalah hal yang paling mendesak. Jumlah infeksi baru meningkat dan lebih dari 100.000 orang di Jerman meninggal karena atau terkait virus ini.

Ketika memperkenalkan kesepakatan koalisi, Olaf Scholz dari Partai SPD yang berhaluan kiri-tengah, mengumumkan pembentukan tim krisis virus corona yang akan melapor kepada pemerintah setiap hari. Tim ini akan terdiri dari politisi nasional dan daerah, serta pakar di bidang virologi, epidemiologi, sosiologi dan psikologi. 

"Kita harus mewajibkan vaksinasi di tempat-tempat yang merawat kelompok-kelompok yang sangat rentan," demikian Scholz mengumumkan. Ada juga rencana untuk memperluas jangkauan tim vaksinasi keliling dan menawarkan vaksinasi COVID-19 di apotek-apotek.

Perubahan iklim jadi tantangan bersama

Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, perubahan iklim jadi fokus utama dan pemerintah baru ingin semua undang-undang di masa depan untuk diperiksa ulang dan diteliti pengaruhnya terhadap perubahan iklim.

Pemerintah juga akan mendorong pemakaian energi terbarukan dengan memasang fasilitas tenaga surya pada bangunan komersial baru dan rumah tinggal, dan dengan menciptakan lebih banyak pembangkit tenaga angin, khususnya di laut. 

Target ambisiusnya: Tahun 2030, 80% listrik harus berasal dari energi terbarukan dan 50% pemanas harus netral terhadap iklim. Jerman juga berusaha menghapus penggunaan batu bara secara bertahap pada tahun 2030.

Reformasi administrasi dan permudah naturalisasi

Undang-undang kewarganegaraan juga tampaknya akan berubah. Partai-partai koalisi sedang merencanakan serangkaian reformasi guna mempermudah para migran untuk mendapatkan kewarganegaraan Jerman.

Naturalisasi dimungkinkan setelah lima tahun menetap di Jerman, atau setelah tiga tahun jika pelamar terbukti sangat terintegrasi. Anak-anak yang lahir di Jerman dari orang tua non-Jerman akan otomatis mendapatkan kewarganegaraan jika salah satu orang tuanya telah menetao di Jerman setidaknya selama lima tahun.

Menurut perjanjian koalisi, kebijakan migrasi harus "berwawasan ke depan dan realistis", sedangkan "migrasi tidak teratur" harus dikurangi. Visa harus ditangani secara digital dan lebih cepat.

Selain itu, ketiga partai ini juga melihat digitalisasi dan transparansi di sektor publik sebagai cara untuk mencapai reformasi administrasi. Tujuan mereka adalah untuk mempercepat proses persetujuan, terutama dalam hal proyek infrastruktur.

Bidang pertahanan: Drone bersenjata untuk tentara

Di bawah rencana koalisi baru, angkatan bersenjata Jerman nantinya akan diperbolehkan untuk mempersenjatai drone mereka. Namun harus tetap tunduk pada "persyaratan yang mengikat dan transparan serta pertimbangan aspek etika dan keamanan." Perjanjian koalisi menyatakan: "Drone bersenjata dapat berkontribusi pada perlindungan anggota angkatan bersenjata dalam misi internasional."

Kebijakan ganja rekreasional

Pemerintah yang akan datang sepakat untuk memperkenalkan kebijakan "penjualan terkendali ganja kepada orang dewasa untuk tujuan rekreasi di toko berlisensi." Partai koalisi berharap bahwa ini akan "memastikan kontrol kualitas, mencegah penyebaran zat yang terkontaminasi, dan menjamin perlindungan anak di bawah umur."

Perluasan jaringan kereta api dan mobil listrik

Jerman bertekad untuk setidaknya ada 15 juta mobil listrik yang meluncur di jalan-jalan pada tahun 2030. Target ini didukung dengan perluasan infrastruktur stasiun pengisian daya yang sesuai. Transportasi kereta api juga ditargetkan untuk memainkan peran yang lebih penting. Misalnya, lebih banyak kargo barang yang diangkut dengan kereta api dibandingkan dengan truk. Lalu lintas kereta barang ditargetkan meningkat sebanyak seperempat bila dibandingkan dengan saat ini. Peran Jerman sebagai negara ekspor juga harus ditingkatkan sementara industri Jerman harus netral terhadap iklim. 

Tumpukan penumpang kereta di Stasiun Utama di Hamburg

Terlalu penuh penumpang dan sering terlambat adalah masalah utama kereta di Jerman

Pembangunan ratusan ribu hunian baru

Di daerah-daerah dengan pasar properti yang ketat, harga sewa ditargetkan hanya bisa naik hingga 11% dalam tiga tahun. Saat ini, harga sewa bisa naik hingga 15%. Untuk mencapai tujuan itu, sekitar 400.000 apartemen baru akan dibangun per tahun, 100.000 di antaranya akan dibangun dengan dana publik.

Transformasi digital di sekolah-sekolah

Ada konsensus di antara semua partai politik Jerman bahwa pendidikan adalah investasi utama di masa depan. Kesepakatan koalisi juga mengatakan bahwa Jerman ingin "memberikan kesempatan pendidikan terbaik kepada semua orang terlepas dari asal-usul mereka, serta memungkinkan dan memastikan partisipasi dan mobilitas sosial melalui pendidikan yang inklusif." Ketiga partai secara khusus akan mendukung sekolah-sekolah di daerah yang tertinggal secara sosial. (ae/hp)

Laporan Pilihan