Konflik Memanas, Filipina Kerahkan Kapal Perang ke Laut Cina Selatan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 25.03.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Laut Cina Selatan

Konflik Memanas, Filipina Kerahkan Kapal Perang ke Laut Cina Selatan

Pemerintah Filipina menegaskan akan menjaga kedaulatan negara di wilayah Laut Cina Selatan. Manila mendesak agar kapal-kapal Cina agar segera meninggalkan Whitsun Reef.

Presiden Rodrigo Duterte

Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan Duta Besar Cina untuk Filipina membahas perairan Laut Cina Selatan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji untuk melindungi wilayah maritim kedauatannya, di tengah kekhawatiran internasional atas beroperasinya kapal-kapal Cina di Laut Cina Selatan. Juru bicara Presiden Filipina mengatakan, komitmen itu diungkapkan Duterte saat pertemuan bilateral dengan Duta Besar Cina di Manila.

Filipina telah mengajukan protes diplomatik atas kehadiran lebih dari 200 kapal yang diyakini diawaki oleh milisi maritim, di Whitsun Reef yang masih bagian dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil sesuai klaim kedaulatan wilayah Filipina.

"Presiden mengatakan sangat prihatin. Setiap negara akan prihatin dengan jumlah kapal sebanyak itu," juru bicara Duterte, Harry Roque, mengatakan pada konferensi pers ketika ditanya tentang pertemuan tersebut.

Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Kanada juga telah menyatakan kewaspadaannya terhadap banyaknya kapal Cina di perairan sengketa tersebut.

Perairan strategis yang diklaim banyak negara

Roque mengatakan, Duterte kembali menegaskan kepada Duta Besar Cina untuk Filipina, Huang Xilian, bahwa Filipina telah memenangkan kasus arbitrase penting pada tahun 2016, yang memperjelas hak kedaulatannya di tengah klaim Cina atas Laut Cina Selatan.

Putusan itu juga membatalkan klaim garis putus-putus Cina atas 90% Laut Cina Selatan, jalur perdagangan internasional yang menghasilkan $ 3,4 triliun (Rp 49.110 triliun) per tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas perairan strategis itu.

Kedutaan Cina di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pertemuan tersebut.

Kedutaan Cina pada hari Rabu (24/03) mengklaim kapal-kapal di Whitsun Reef adalah kapal ikan. Seorang juru bicara militer Filipina menyebut atase pertahanan Cina membantah adanya milisi di atas kapal.

Manila kerahkan kapal perang awasi kapal Cina

Militer Filipina mengerahkan kapal Angkatan Laut untuk memperkuat patroli maritim di perairan sengketa tersebut hari Kamis (25/03). "Dengan meningkatnya kehadiran ratusan kapal di daerah tersebut, kami berkomitmen Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) akan melindungi kedaulatan negara," kata juru bicara militer Filipina Mayor Jenderal Edgard Arevalo.

Arevalo mengatakan para pejabat militer telah bertemu dengan perwakilan dari Cina pada hari Rabu (24/03), membahas situasi di Laut Cina Selatan. Menteri Pertahanan Filipina mendesak agar kapal-kapal Tiongkok segera meninggalkan Whitsun Reef.

Sebelumnya, penjaga pantai Filipina mengatakan kapal penangkap ikan Cina ditambatkan di daerah sengketa tersebut sejak awal Maret.

ha/as (Reuters, dpa)

Laporan Pilihan