Federasi Pencak Silat Asia: Beberapa Negara Protes Ada Kecurangan | Olahraga | DW | 29.08.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Detik News

Federasi Pencak Silat Asia: Beberapa Negara Protes Ada Kecurangan

Sejumlah kejanggalan yang dikeluhkan negara peserta Asian Games 2018 di cabang olahraga pencak silat terancam menggagalkan upaya Indonesia menghadirkan cabor andalan itu di Asian Games 2022 di Cina.

Beberapa negara menuding ada kecurangan di acang pencak silat Asian Games 2018. Presiden Federasi Pencak Silat Asia kecewa atas kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.

Demikian diungkapkan Sheik Alauddin Yacoob Marican di hari terakhir digelarnya cabang pencak silat Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). Sheik Alauddin Yacoob Marican adalah presiden federasi pencak silat Asian yang juga manajer tim pencak silat Singapura.

Baca Juga: Iran Kecam Perolehan Medali Indonesia dari Pencak Silat

Di Asian Games 2018, pesilat Singapura hanya mendapatkan dua perak tiga perunggu. Malah di hari ini, dari tiga nomor seni, perorangan, ganda putri, dan tim malah mereka tak mendapat medali sama sekali. Nilai mereka di bawah rata-rata.

Sementara Indonesia tampil mendominasi. Dari 14 nomor final mereka ikuti, 11 medali emas sudah direbut pesilat-pesilat nasional.

Diungkapkan Sheik Alauddin, indikasi kecurangan sudah terlihat sejak hari pertama. Dan protes bukan hanya dilontarkan kubu Singapura, melainkan beberapa negara merasakan hal yang sama.

"Saya kecewa di mana sejak hari pertama kecurangan untuk wasit juru agak terlihat. Kami sudah memberitahu bahwa jangan ada yang coba berat sebelah, harus konsisten, clear, dan transparan. Tapi di sini saya melihat, tidak ada hanya dari Singapura, tapi dari negara lain juga, ada yang janggal, banyak," kata Sheik.

"Saya bicara soal seninya saja ya. Ini kan profesional. Maksudnya atlet-atletnya sudah latihan begitu lama. Kalau mau jauh pun poinnya 5, 10, untuk jaraknya. Ini sampai 20 lebih. Gila. Ini profesional," cetus dia.

Baca Juga: Bagaimana Atlet Lombok Berjuang Demi Kebahagiaan Korban Gempa

Beberapa hari lalu pesilat Malaysia juga memprotes keputusan juri setelah dia merasa juror berat sebelah salam melakukan penilaian. Pesilat Malaysia bernama Mohd Al Jufferi Jamari itu mundur sebelum pertandingan berakhir dan merusak pembatas bilik yang ada di venue pencak silat.

"Asian Games seharusnya dipikirkan lagi untuk bagaimana ada lagi. Karena rencananya pencak silat akan dipertandingkan di Asian Games 2022 China. Kalau begini China akan berpikir, kenapa mau memasukkan pencak silat di sana, sedangkan mereka tidak bisa menang. Seharusnya yang dipikirkan adalah masa depan olahraga ini," tutur juara dunia pencak silat 1990 dan 1994 ini.

Sumber: Detik News

Laporan Pilihan