Debat Kongres AS Tentang Pasukan di Irak | Fokus | DW | 16.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Debat Kongres AS Tentang Pasukan di Irak

Partai Demokrat meningkatkan tekanan terhadap presiden Bush di Kongres.

default

Setelah skandal CIA dalam perang Irak dan kekecauan informasi tentang senjata pemusnah masal, para senator dan anggota kongres Amerika Serikat menjadi sangat berhati-hati. Mereka tidak langsung percaya begitu saja informasi yang disampaikan presidennya. Senator Hillary Clinton secara gamblang menyampaikan hal itu.

„Saya sama sekali tidak percaya presiden ini lagi.”

Sekarang Presiden Bush mengatakan, bahwa Iran mendukung pemberontakan di Irak dan menyelundupkan bom ke wilayah perang. Selain itu, Teheran juga dikatakan membantu menewaskan para serdadu Amerika Serikat di Irak. Bush ingin Amerika bereaksi

„Kami tahu, disana ada senjata. Kami tahu, pasukan elit Irak terlibat dalam hal ini. Kami tidak tahu, siapa yang mengendalikannya, tetapi yang penting adalah bahwa kita bereaksi terhadap hal ini.“

Akhir pekan lalu dalam sebuah konfrensi pers tanpa kamera dan mikrofon, pasukan militer Amerika Serikat menyodorkan foto-foto senjata dari Iran, mereka memperlihatkan nomor seri asal Iran, dilanjutkan dengan petunjuk, bahwa sekelompok pejabat tinggi di pemerintahan Iran terlibat dalam hal ini. Tapi Amerika Serikat melihat semua itu dengan skeptis.

Tetapi sehari setelah itu menteri pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates, dan Panglima Militer, Peter Pace, mengumumkan kepada pers, apa yang diketahui dan tidak diketahui tentang keterlibatan Iran dalam pengiriman senjata ini. Orang tahu, bahwa senjata-senjata ini berasal dari pasukan elit Iran dan bahwa beberapa anggota pasukan elit Iran ini berhasil ditangkap dalam dua kesempatan. Ini faktanya, kata menteri pertahanan Robert Gates.

„Kita tidak tahu apakah politisi kelas atas Iran tahu akan hal ini. Tetapi senjata-senjat tersebut merupakan satu alasan untuk khawatir.“

Lebih dari 100 serdadu Amerika Serikat tewas akibat teknik pengeboman gelap Iran. Pentagon meyakini hal ini. Tetapi publik yang kritis dan sebagian dari media Amerika Serikat mempunyai argumen berbeda: sehubungan dengan konflik atom dengan Teheran, menghubungkan Iran dengan perlawanan dan aksi teror di Irak merupakan sebuah upaya seperti dahulu, ketika Amerika Serikat mencoba membuktikan kerjasama Saddam Hussein dengan Al-Kaida. Ini merupakan sebuah upaya untuk merintis jalan menuju perang dengan Iran. Juru bicara pemerintah Snow membantah hal ini.

Seperti juga Mentri Pertahanan Gates. Ia mengatakan untuk kesekiankalinya, bahwa Amerika Serikat tidak mencari-cari alasan untuk memulai perang dengan Iran, Amerika Serikat tidak merencanakan perang dengan Iran.

Tetapi sindrom Irak tetap meluas. Nancy Pelosi menjelaskan, bahwa Presiden Bsuh tidak berwenang untuk memulai serangan terhadap Iran tanpa persetujuan khusus dari Kongres.