Cina Longgarkan Peringatan Perjalanan bagi Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 13.08.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Cina Longgarkan Peringatan Perjalanan bagi Eropa

Warga negara dari 36 negara Eropa diizinkan untuk masuk lagi ke Cina. Sementara itu, warga Cina daratan yang ingin pergi ke luar negeri juga sudah diizinkan untuk melakukan transit di Hong Kong.

Cina telah melonggarkan peringatan perjalanan masuk bagi warga negara dari 36 negara Eropa. Hal ini dilakukan setelah ribuan orang harus terlantar selama-berbulan-bulan akibat Cina menutup perbatasannya dan melarang masuknya penerbangan sebagai upaya menahan laju penyebaran virus corona.

Hampir semua warga negara asing dilarang masuk ke Cina sejak bulan Maret silam, meski mereka sudah memegang surat izin kerja, surat izin tinggal sementara, atau memiliki keluarga yang tinggal di Cina.

Tetapi minggu ini pemerintah Cina mengumumkan akan melonggarakan peringatan perjalanan bagi warga negara Eropa. Hal ini disampaikan Kedutaan Besar Cina di Berlin, Jerman, pada Rabu (12/08), bahwa kebijakan ini akan berlaku bagi pemegang paspor 36 negara Eropa, antara lain Prancis, Jerman, dan Inggris, yang memiliki izin tinggal yang sah untuk mengajukan visa Cina tanpa surat undangan.

Setiap orang yang ingin masuk ke Cina harus mengajukan kembali visa mereka, karena dokumen perjalanan yang dikeluarkan sebelum pandemi dibatalkan. Sebelumnya, pemerintah Cina hanya mengizinkan pekerja asing terampil yang diperbolehkan masuk dengan surat undangan khusus, namun hal tersebut memakan waktu yang sangat panjang.

Kementerian Luar Negeri Cina, pada Senin (13/08), mengumumkan pemegang paspor Eropa dapat mengajukan visa Cina tanpa dipungut biaya. Pemerintah Cina juga menyampaikan siapa pun yang datang ke Cina harus tetap mengikuti tes pemeriksaan COVID-19 dan dikarantina selama 14 hari.

Transit di Hong Kong

Sementara itu, Kamis (13/08), bandara internasional Hong Kong mengumumkan bahwa semua penumpang dari Cina daratan yang ingin terbang ke negara lain sudah bisa melakukan transit di Hong Kong mulai 15 Agustus hingga 15 Oktober mendatang.

Namun, hal ini tidak berlaku untuk sebaliknya. Penumpang yang ingin masuk ke Cina daratan belum diperbolehkan untuk melakukan transit di Hong Kong. Hal ini dikarenakan kekhawatiran para regulator penerbangan terhadap meningkatnya kasus COVID-19 di Cina daratan. Akibatnya, harga tiket penerbangan ke Cina pun melambung tinggi.

 

rap/pkp (AFP, Reuters)