1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Dunia DigitalGlobal

Cek Fakta: Bagaimana Cara Kenali Kutipan Palsu di Medsos?

Uta Steinwehr
26 September 2025

Banyak kutipan dari publik figur yang sering beredar di media sosial. Namun, tidak semua pernyataan itu benar. Tim Cek Fakta DW menjelaskan hal-hal yang perlu diwaspadai.

https://p.dw.com/p/515dk
Cek Fakta: Kutipan Palsu tentang Alexandria Ocasio-Cortez dan Lauren Boebert
Bahkan dua anggota Kongres AS pernah dikaitkan secara keliru dengan pernyataan bahwa bulan lebih berguna daripada matahari: Lauren Boebert (kiri) dan Alexandria Ocasio-Cortez (kanan)Foto: Facebook

“Eropa sedang hancur. Akibat dari bantuan yang tidak berguna untuk Ukraina.” Kutipan ini banyak beredar di media sosial pada tahun 2024 dan dikaitkan dengan Till Lindemann, vokalis band asal Jerman, Rammstein.

Namun, Lindemann tidak pernah membuat pernyataan tersebut. Manajemen Rammstein memastikan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa sang vokalis sama sekali tidak mengucapkan kalimat itu.

Ini hanyalah satu contoh dari pola penyebaran disinformasi yang memanfaatkan popularitas seorang tokoh terkenal untuk memicu polarisasi dan memengaruhi opini publik, khususnya terkait isu politik yang kontroversial.

Cek Fakta: Kutipan Palsu tentang Till Lindemann
Apakah vokalis Rammstein, Till Lindemann, membuat pernyataan anti-Ukraina? Faktanya, kartu kutipan ini palsu dan merupakan bagian dari kampanye disinformasi Rusia

Lindemann bukan satu-satunya selebritas yang namanya dipakai untuk menyebarkan sentimen anti-Ukraina. Beberapa aktor Jerman dan bintang internasional juga ikut menjadi korban.

Kartu kutipan palsu atau fake quote card yang menampilkan foto seseorang beserta kutipan palsu disebarkan dalam bahasa Jerman, terutama melalui iklan Facebook, sebelum akhirnya dihapus.

Kementerian Dalam Negeri Jerman mengaitkan kasus-kasus ini dengan kampanye disinformasi yang disebut Russian Doppelganger, yang pertama kali terungkap pada 2022.

Operator di balik kampanye ini membuat situs palsu yang meniru situs-situs media Eropa untuk menyebarkan berita palsu dan propaganda pro-Rusia.

Menurut keterangan kementerian, sejak November 2023, pihak yang berada di balik kampanye ini mulai menggunakan kutipan palsu yang dikaitkan dengan selebritas sebagai teknik baru untuk menyebarkan disinformasi, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Jerman.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kutipan palsu?

Jika menemukan kutipan yang mencurigakan, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk memeriksa keasliannya: Apakah orang tersebut pernah mengucapkan hal serupa di masa lalu? Ataukah pernyataan itu benar-benar mengagetkan, bahkan bertolak belakang dari sikap atau posisi mereka sebelumnya?

Contohnya, kasus Lindemann.

Pada 2022, tak lama setelah Rusia memulai perang di Ukraina, Lindemann menjadi relawan di stasiun utama Berlin untuk membantu pengungsi Ukraina yang baru tiba.

Band Rammstein juga pernah mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung rakyat Ukraina, dan pernyataan itu masih bisa ditemukan di situs resmi mereka hingga saat ini.

Jika ingin memverifikasi sebuah kutipan, langkah pertama adalah memeriksa akun media sosial resmi orang yang bersangkutan — apakah mereka pernah membagikan pernyataan yang sama atau serupa baru-baru ini?

Langkah berikutnya, cari kutipan tersebut melalui mesin pencari, dikombinasikan dengan nama orang tersebut. Jika seorang tokoh terkenal benar-benar mengucapkan pernyataan yang kontroversial, pasti akan dilaporkan oleh media berita. Jika tidak ditemukan pemberitaan apa pun, itu bisa jadi pertanda bahwa kutipan tersebut kemungkinan palsu.

Dalam beberapa kasus, bisa jadi kamu juga menemukan pemeriksaan fakta yang membongkar klaim tersebut.

Jika kamu melihat gambar kutipan (picture quote) di media sosial, baca kolom komentar di bawah unggahan tersebut. Sering kali, orang lain sudah lebih dulu mengungkap kebohongan itu dan menyertakan tautan artikel terkait.

Waspadai bias dan emosi

Berbagai quote card palsu juga turut menampilkan Alexandria Ocasio-Cortez, anggota Partai Demokrat AS, yang banyak beredar luas di media sosial.

Salah satu unggahan di X (sebelumnya Twitter) bahkan telah dilihat hampir 500.000 kali.

Dalam unggahan itu, Ocasio-Cortez disebut berkata:"Bulan lebih penting daripada matahari, karena bulan memberi kita cahaya saat malam ketika gelap. Sementara matahari hanya memberi kita cahaya di siang hari, saat sudah terang."

Kedengarannya aneh untuk seorang politisi berpangkat tinggi, kan?

Faktanya, tidak ada bukti Ocasio-Cortez pernah mengucapkan hal tersebut. Pemeriksaan fakta dari kantor berita Reuters dan situs Snopes.com memastikan bahwa klaim itu palsu. Ocasio-Cortez memang telah berulang kali menjadi target hoaks dan berita palsu yang bertujuan merusak reputasinya.

Ironisnya, pernyataan yang sama juga pernah salah dikaitkan dengan Lauren Boebert, anggota Kongres dari Partai Republik yang dikenal vokal mendukung hak kepemilikan senjata api.

Meski pernyataan tersebut terdengar aneh, beberapa orang tetap memercayainya. Komentar yang muncul di bawah unggahan pun penuh amarah, seperti, “Dan orang-orang masih akan memilih orang bodoh ini!” atau “Andai saja dia punya otak.”

Komentar lain bahkan lebih kasar, seperti, “Dia memalukan“ atau “Sungguh pemborosan oksigen.”

Saat scroll di media sosial, jangan biarkan emosi menguasai dirimu. Sebagian besar berita palsu memang dirancang untuk memancing emosi. Sebaliknya, berhentilah sejenak dan pertanyakan apakah kutipan itu benar sebelum membagikannya.

Ingat bahwa setiap orang memiliki bias dan prasangka tertentu. Penyebar disinformasi memanfaatkan bias ini untuk memperkuat kebohongan mereka.

Tanyakan pada diri sendiri: Siapa yang membagikan kutipan ini, dan apa kepentingannya?

Imitasi tampilan situs berita

Jika dalam unggahan disebutkan sumber dan tanggal, cek kembali di sumber tersebut apakah kutipan itu benar-benar muncul di sana.

Mari lihat contoh berikut dari Kenya yang banyak dibagikan di Facebook:

Sebuah foto memperlihatkan Raila Odinga, mantan Perdana Menteri Kenya, berjalan bersama Presiden William Ruto. Menurut kutipan yang disematkan, Odinga disebut bersedia mendukung Ruto dalam pencalonan ulang pada pemilu 2027.

Cek Fakta: Kutipan Palsu tentang Raila Odinga, pemalsuan laman kenyans.co.ke
Kasus pemalsuan: Situs berita kenyans.co.ke tidak pernah mempublikasikan kartu kutipan yang menampilkan pemimpin oposisi Raila Odinga iniFoto: Facebook

Tangkapan layar tersebut tampak seperti unggahan asli dari kenyans.co.ke, situs berita Kenya yang populer. Mulai dari logo, posisi elemen, hingga jenis huruf, semuanya terlihat meyakinkan jika dilihat sekilas.

Namun, kenyataannya palsu. Platform kenyans.co.ke telah mengklarifikasi bahwa unggahan tersebut tidak berasal dari mereka. Dua organisasi pemeriksa fakta, AfricaCheck dan PesaCheck, juga membuktikan bahwa kutipan tersebut hoaks.

Kasus ini dikenal sebagai media spoofing, di mana pembuat hoaks meniru tampilan situs berita resmi untuk membuat kebohongan mereka terlihat kredibel.

Pengecekan sederhana sebenarnya bisa membongkarnya. Misalnya, dengan memeriksa akun resmi kenyans.co.ke di media sosial atau menggunakan alat arsip web. Jika unggahan tidak ditemukan di sana, itu merupakan tanda yang perlu diwaspadai.

Selain itu, isi kutipan itu sendiri sudah mencurigakan. Odinga dan Ruto adalah rival politik. Pada pemilu presiden 2022, Odinga menjadi pesaing Ruto dan menolak hasil pemilu. Bahkan setelah pemilu, ia berulang kali menggerakkan pendukungnya untuk melakukan protes.

Maka, tidak masuk akal jika tiba-tiba tiga tahun sebelum pemilu berikutnya, Odinga mendukung Ruto tanpa adanya liputan besar-besaran di media Kenya maupun internasional.

Internet tidak pernah lupa

Beberapa kutipan palsu bahkan sudah beredar selama bertahun-tahun di internet.

Contohnya, setelah perang Israel-Hamas pecah, beredar kutipan yang dikaitkan dengan Angelina Jolie. Dalam gambar yang beredar di Instagram, LinkedIn, dan X, Jolie disebut berkata: "Arab dan Muslim bukan teroris. Dunia harus bersatu melawan Israel."

Cek Fakta: Kutipan Palsu tentang Angelina Jolie
Selama hampir dua dekade, kutipan ini salah dikaitkan dengan Angelina JolieFoto: Instagram

Pernyataan ini palsu dan telah beredar selama hampir dua dekade. Situs pemeriksa fakta Snopes.com menelusuri bahwa kutipan ini sudah ada setidaknya sejak tahun 2006, dan juga ditemukan dalam unggahan lama dari tahun 2014.

Tidak ada bukti bahwa Jolie pernah mengucapkan atau menulis kalimat itu, baik dalam konflik yang sekarang terjadi maupun sebelumnya.

Jadi, berhati-hatilah saat melihat tangkapan layar yang tampak berasal dari akun resmi seorang selebritas.

Screenshot bisa dimanipulasi dan tidak bisa dijadikan bukti final bahwa sebuah pernyataan benar-benar pernah dibuat.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani

Editor: Melisa Lolindu