Banyak Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ingin Jadi Astronaut Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 25.06.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Uni Eropa

Banyak Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ingin Jadi Astronaut Eropa

Badan Antariksa Eropa, ESA, membuka rekrutmen astronaut baru untuk pertama kalinya dalam 11 tahun. Muncul peningkatan kandidat astronaut perempuan dan terdapat 257 lamaran dari penyandang disabilitas.

Astronaut ESA Samantha Cristoforetti

Samantha Cristoforetti adalah salah satu astronaut perempuan dari Kelas '09

Lebih dari satu dekade sejak rekrutmen astronaut terakhirnya, Badan Antariksa Eropa, ESA, kembali melakukan seleksi 22.589 kandidat yang "menakjubkan". Sebagian besar pelamar masih didominasi kaum laki-laki (76%), tetapi jumlah kandidat perempuan mengalami peningkatan menjadi 24% dibanding rekrutmen ESA tahun 2008. Terdapat 257 kandidat penyandang disabilitas, yang sebagian besar berasal dari Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris.

Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher mengapresiasi jumlah kandidat saat ini, meskipun nantinya hanya akan mengisi beberapa pekerjaan.

Infografik kandidat astronaut

Infografik yang menggambarkan jumlah pria, perempuan, dan penyandang disabilitas yang telah mendaftar untuk bergabung dengan ESA

Pekerjaan yang sangat istimewa

ESA membutuhkan sekitar empat hingga enam astronaut baru, ditambah cadangan sekitar 20 astronaut, dan seorang "parastronaut" - astronaut dengan disabilitas fisik.

Pada rekrutmen sebelumnya, total 8.413 kandidat melamar pekerjaan sebagai astronaut. Enam orang terpilih dan bergabung dalam Kelas '09, termasuk Samantha Cristoforetti, Alexander Gerst, dan Timothy Peake.

"Kami [masih] memiliki pekerjaan yang harus dilakukan di luar angkasa, menjelajahi ruang angkasa, dan menggunakannya sebagai tempat tinggal dan bekerja," kata David Parker, Direktur Eksplorasi Manusia dan Robot ESA.

Salah satu pekerjaan istimewa baru yaitu Lengan Robot Eropa, yang akan segera diluncurkan untuk mendukung pekerjaan astronaut di stasiun luar angkasa internasional (ISS). Saat ini tim astronaut sedang mempersiapkan peluncuran pertama pesawat ruang angkasa Orion untuk eksplorasi bulan di masa depan.

Empat astronaut berpose sebelum terbang ke ISS

Thomas Pesquet dari ESA (paling kiri) bersiap untuk terbang bersama SpaceX dan astronaut dari Amerika Serikat dan Jepang

Selain itu ada visi manusia pergi ke Mars. "Butuh waktu yang cukup lama, lebih dari 10 tahun, untuk menerbangkan kelas [astronaut] dua kali," tulis Parker dalam email ke DW.

"ESA memiliki hak sekitar 0,7 penerbangan ke ISS per tahun, berdasarkan bagian 8,3% dari biaya ISS kami. Kami memang memiliki peluang baru dengan tiga penerbangan Orion yang direncanakan," tambahnya.

Parker mengatakan ESA ingin menerbangkan astronautnya lebih sering lagi, tetapi rencana itu membutuhkan anggaran yang lebih besar. "Jadi, kami mencoba untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat dan adil kepada astronaut yang sudah ada di korps dan yang akan dipilih," katanya.

Siapa yang bisa melamar ke ESA?

ESA mencari pelamar yang memiliki gelar master atau lebih tinggi dan setidaknya mempunyai pengalaman bekerja di bidang ilmu alam, kedokteran, teknik, matematika atau ilmu komputer selama tiga tahun.

Infografik kriteria parastronaut ESA

Infografik kriteria parastronaut ESA

Penyandang disabilitas fisik dapat mendaftar jika mereka memenuhi kriteria khusus yang ditetapkan oleh "Proyek Kelayakan Parastronaut" ESA. Kriteria tersebut didefinisikan oleh ESA, termasuk perawakan yang lebih pendek dari rata-rata, perbedaan panjang kaki dan "kekurangan" tungkai bawah.

Persyaratan pendidikan dan psikologis yang sama harus dipenuhi semua pelamar.

Kandidat astronaut yang beragam

Direktur Kedokteran Luar Angkasa ESA, Guillaume Weerts, mengatakan bahwa dengan lebih dari 20.000 pelamar, dorongan rekrutmen saat ini telah meningkat sebesar 260% sejak 2008.

"Kami menginginkan pelamar lebih banyak dibanding tahun 2008, dan kini ada pelamar dari lebih banyak negara juga," kata Weerts pada konferensi pers (23/06). Jumlah pelamar wanita tertinggi berasal dari Estonia (38%), Belanda (30%), Jerman, Irlandia, dan Inggris (28%).

Astronaut ESA Luca Parmitano

Astronaut Kelas '09 ESA, termasuk Luca Parmitano akan bergabung dengan empat hingga enam astronaut Eropa lainnya pada tahun 2022

Weerts menekankan bahwa angka tersebut belum final. Beberapa memiliki masalah kebangsaan yang kompleks.

Para kandidat akan menjalani tes psikologis, praktikal dan psikometri, medis, dan wawancara mulai Juli mendatang, sebelum nantinya terpilih - paling cepat pada Oktober 2022. (ha/gtp)

Laporan Pilihan