Bank Sentral Jerman Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.12.2021

Kunjungi situs baru DW

Silakan kunjungi versi beta situs DW. Feedback Anda akan membantu kami untuk terus memperbaiki situs DW versi baru ini.

  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Ekonomi

Bank Sentral Jerman Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2022

Naiknya harga minyak dan gas, kemacetan pasokan, dan varian baru Omicron membayangi perekonomian. Bank Sentral Jerman menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi 2022 dari 5,2 menjadi 4,2 persen.

Panorama kota Frankfurt, pusat perbankan Jerman

Panorama kota Frankfurt, pusat perbankan Jerman

Bank sentral Jerman Bundesbank merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Jerman untuk 2022 hari Jumat (17/12) di tengah masih macetnya rantai pasokan bahan mentah dan penyebaran varian baru Omicron yang diperkirakan akan menghambat perekonomian.

Bundesbank menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi 2022 menjadi 4,2%, 2022 dari perkiraan sebelumnya 5,2%. "Pemulihan ekonomi terdorong mundur," kata Presiden Bundesbank Jens Weidmann.

Ini bukan pertama kalinya Nundesbank harus merevisi perkiraannya. Untuk tahun 2021 mereka juga tadinya memürediksi pertumbuhan ekonoi mencapai 3,7 persen, namun merevisinya menjadi 2,5%.

Namun Bundesbank mengatakan tetap optimis perekonomian akan terus membaik.

Presiden Bundesbank Jens Weidmann (foto arsip)

Presiden Bundesbank Jens Weidmann (foto arsip)

Pemulihan terutama didorong belanja konsumen

Bundesbank mengatakan, pertumbuhan yang akan terjadi tahun 2022 masih bertumpu pada kenaikan belanja konsumen.

"Konsumen akan menghabiskan lebih banyak pendapatan mereka yang tersedia daripada waktu sebelum pandemi," kata Jens Weidmann.

Bundesbank juga mengharapkan masih terjadi kemacetan pasokan produksi, namun hal itu akan teratasi pada penghujung akhir 2022. Perkembangan ini diharapkan akan terus mendorong ekspor yang menjadi penopang utama perekoniomian Jerman. Untuk tahun 2023, Bundesbank mengharapkan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 3,2 persen.

Naiknya biaya turut mendorong inflasi

Inflasi diperkirakan akan mencapai 3,6% pada akhir tahun ini, terutama karena biaya energi tetap tinggi. Selain itu biaya bahan baku juga menjadi penyebab utama inflasi.

Bundesbank mengatakan perusahaan-perusahaan akan mencoba meneruskan kenaikan biaya itu kepada konsumen.

Namun Bundesbank menyatakan tetap optimis memandang angka inflasi dan pemulihan ekonomi dan . Inflasi diperkirakan akan turun pada tahun 2023, menjadi sekitar 2,2% dari saat ini sekitar 5%. Juga untuk tahun-tahun berikutnya harga-harga akan kembali stabil, kata Bank Sentral Jerman.

hp/yp (dpa, afp, rtr)

Laporan Pilihan