Atlet Indonesia Raih Emas di Kompetisi Senam Asli Eropa | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 28.11.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

olah raga

Atlet Indonesia Raih Emas di Kompetisi Senam Asli Eropa

Atlet senam ritmik Nabila Evandestiera berhasil menggondol satu medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan di Berlin. Ia menjadi satu-satunya atlet dari luar Eropa yang berlaga pada olah raga asli Eropa tersebut.

Sorak sorai disertai bentangan bendera merah putih dari suporter Indonesia memeriahkan suasana di gedung Olympiapark di Berlin, Jerman. Luapan rasa bangga warga Indonesia di Jerman tersebut  terjadi akibat keberhasilan Nabila Evandestiera meraih satu medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan 4th Diadem Cup Rhythmic Gymnastics.

Tak hanya berhasil meraih juara, Nabila juga menoreh nama karena menjadi satu-satunya atlet senam ritmik dari luar Eropa yang tampil pada kejuaraan yang berlangsung pada 24-25 November 2018 tersebut. Tak mudah untuk meraih juara pada cabang olah raga yang dikembangkan di Eropa sejak abad ke-18 tersebut.

"Terus terang bagi kami ini tidak mudah. Mengungguli para pesaing dari Eropa pada olah raga yang aslinya dari mereka adalah prestasi luar biasa yang patut disyukuri. Kami bangga bahwa ternyata kita bisa," ungkap Eko Pudjihariyanto, Ketua Umum Persani DKI Jakarta yang mendampingi Nabila.

Mesin diplomasi Indonesia

Dari enam kategori yang diperlombakan, Nabila meraih medali emas untuk kelas Senior kategori Ball Apparatus Rhythmic Gymnastics dan medali perak untuk kelas Senior kategori Clubs Apparatus Rhythmic Gymnastics. Ia berhasil mengalahkan lawan-lawannya dari Bulgaria, Latvia, Rusia, Jerman, Spanyol, Republik Ceko dan Cyprus.  Bahkan untuk Jerman sendiri, wakil beberapa negara bagian juga menjadi pesaing Nabila, di antaranya tuan rumah Berlin.

Prestasi Nabila pun mendapat apresiasi saat ia dan tim pesenam Indonesia disambut di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin. Ia dianggap memberi harapan baru bahwa Indonesia bisa menjadi icon juara senam ritmik, meskipun cabang olah raga ini berasal dari Eropa.

"Saya ikut bangga dan berterima kasih kepada Nabila. Kamu secara konkrit telah menjadi bagian dari mesin diplomasi. Keberhasilan kamu ini, membantu misi KBRI untuk lebih mengenalkan Indonesia sebagai bangsa berprestasi kepada masyarakat Eropa khususnya Jerman," ungkap Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Pada SEA Games 2017 lalu, Nabila memenangkan dua medali perunggu melalui nomor senam ritmik Hoop Apparatus dan Ball Apparatus. Kini, lewat prestasinya, Nabila dan pesenam Indonesia lainnya telah diundang kembali untuk hadir pada kejuaraan senam ritmik Diadem Cup Rhythmic Gymnastics tahun depan di Belanda.

ts/hp (KBRI Berlin)

Laporan Pilihan