AS Siap Berunding dengan Iran dan Suriah Soal Irak | Fokus | DW | 28.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

AS Siap Berunding dengan Iran dan Suriah Soal Irak

Awal Maret dijadwalkan konferesi pertama masalah Irak yang diikuti oleh negara-negara tetangga, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan organisasi-organisasi internasional.

Menlu AS Condoleezza Rice umumkan prakarsa baru konferensi Irak

Menlu AS Condoleezza Rice umumkan prakarsa baru konferensi Irak

Sebuah pertemuan tingkat kerjasama, yang antara lain juga sudah melakukan persiapan untuk konfrensi ke-2 di bulan April. Disana selain para menteri luar negeri negara-negara peserta konfresi pertama, anggota G8 serta Cina diharapkan hadir. Menteri Luar Negeri Condolezza Rice:

„Negara-negara tetangga Irak dan masyarakat internasional mempunyai peranan yang jelas mengenai upaya pemerintah Irak untuk membuat kemajuan dalam hal perdamaian dan kerukunan nasional.“

Pembicaraan-pembicaraan ini berlangsung atas inisiatif pemerintah Irak, demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condolezza Rice. Namun hal ini bukan merupakan hal baru, seperti dikatakan sang menteri luar negeri dalam sebuah sidang senat Amerika Serikat.

„Kesuksesan di Irak menuntut dukungan positif dari negara-negara tetangga Irak. Ini merupakan keputusan utama dari Irak-Study-Group.“

Kelompok para ahli yang juga dikenal dengan nama Komisi Baker Desember lalu mengusulkan, bahwa semua negara tetangga Irak harus ikut serta mencari pemecahan bagi masalah Irak. Diusulkan juga sebuah perundingan meja bundar. Usulan yang ditolak George W. Bush dan ia tidak ingin bertemu dengan Suriah dan Iran.

Dimasa lalu pemerintah Amerika Serikat selalu menyalahkan Suriah, bahwa negara ini mendukung kelompok-kelompok teroris. Dan Iran dituduh menyediakan senjata dan komponen-komponen bahan peledak yang digunakan para pemberontak di Irak.

Keikutsertaan Amerika Serikat dalam konferensi tersebut tidak ingin dianggap sebagai perubahan haluan oleh pemerintah Amerika Serikat. Juga walaupun tidak tertutup kemungkinan diadakannya pembicaraan tidak resmi antara Amerika Serikat dan Suriah serta Iran disela-sela perundingan ini. Demikian disampaikan kementrian luar negeri Amerika Serikat. Dalam hal ini hanya akan dibicarakan tentang masalah Irak, bukan tentang program atom Iran.

Persyaratan untuk pembicaraan tentang konflik tersebut tetap tidak berubah. Amerika Serikat menuntut agar pemerintah di Teheran menghentikan program nuklirnya. Partai Demokrat menunggu pengumuman dari pemerintahan Bush sebagai langkah pertama, demikan Harry Reid, pemimpin mayoritas di Senat. Tetapi ini tidak cukup dan tetap ada ketidakpercayaan, tambah Patty Murray, seorang senator dari Partai Demokrat.

„Kami menunggu, apakah mereka akan menghentikan adu kekuatan ini dan bekerja untuk mengambil keputusan regional.“