1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
AS telah memerintahkan kepergian anggota keluarga staf kedutaan besar di Kiev
AS telah memerintahkan kepergian anggota keluarga staf kedutaan besar di KievFoto: Stringer/Sputnik/dpa/picture alliance

AS Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Ukraina

24 Januari 2022

AS telah memerintahkan keluarga diplomatnya di Kiev untuk meninggalkan Ukraina dan mendesak semua warga AS di negara itu untuk "mempertimbangkan pergi" dengan alasan "ancaman lanjutan dari aksi militer Rusia."

https://p.dw.com/p/45zC3

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan pada hari Minggu (23/01) bahwa kerabat dan keluarga diplomat AS yang ditempatkan di Kiev harus mulai meninggalkan Ukraina.

Departemen Luar Negeri AS menyarankan agar tidak bepergian ke Ukraina karena adanya "peningkatan ancaman aksi militer Rusia" dan pandemi COVID-19. Dalam anjuran perjalanan yang diterbitkan di situsnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ada laporan Rusia merencanakan aksi militer yang signifikan terhadap Ukraina.

Dikutip dari kantor berita AFP, seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa aksi militer Rusia di Ukraina bisa terjadi "kapan saja." Belum diketahui pasti berapa banyak warga AS yang berada di Ukraina saat ini.

Apa saja pengumuman Departemen Luar Negeri AS?

Selain memerintahkan keberangkatan anggota keluarga staf kedutaan besar di Kiev yang memenuhi syarat, Washington juga mengizinkan keberangkatan sukarela pegawai kedutaan. Dilaporkan keberangkatan mereka akan dibiayai pemerintah AS.

"Kondisi keamanan, terutama di sepanjang perbatasan Ukraina, di Krimea yang diduduki Rusia, dan di Ukraina timur yang dikuasai Rusia, tidak dapat diprediksi dan dapat memburuk dengan sedikit pemberitahuan," demikian bunyi anjuran persyaratan Departemen Luar Negeri AS. "Demonstrasi, yang terkadang berubah menjadi kekerasan, secara teratur terjadi di seluruh Ukraina, termasuk di Kiev."

Dilansir Associated Press, pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa kedutaan akan tetap beroperasi dan pengumuman itu bukan merupakan perintah evakuasi. Mereka menambahkan bahwa langkah itu tidak mencerminkan pelonggaran dukungan AS untuk Ukraina dan telah dipertimbangkan selama beberapa waktu.

Pada Minggu (23/01) malam, Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan kembali anjuran perjalanannya untuk Rusia, memperingatkan warga AS untuk tidak bepergian ke sana, karena "ketegangan yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan dengan Ukraina." Selain itu, warga AS juga disarankan untuk tidak melakukan perjalanan dari Rusia ke Ukraina melalui jalur darat.

Bagaimana situasi di Ukraina?

Pengumuman itu muncul setelah kekhawatiran Barat dan Ukraina atas penumpukan pasukan militer Rusia di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.

Pada hari Sabtu (23/01), Kementerian Luar Negeri Inggris mengklaim bahwa Rusia berusaha untuk menempatkan seorang pemimpin pro-Rusia di Ukraina, sebuah klaim yang disebut Rusia sebagai "informasi yang salah."

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht menyerukan pengurangan ketegangan dan mengatakan bahwa Jerman tidak akan memasok senjata ke Ukraina.

Sebelumnya, pertemuan pada hari Jumat (21/01) malam antara Menlu AS dan Rusia juga gagal menghasilkan terobosan besar apa pun tentang masalah ini.

Dilaporkan Nwe York Times, Presiden AS Joe Biden disebut sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan AS ke wilayah Eropa Timur. Namun, Juru Bicara Pentagon John Kirby membantah laporan tersebut.

rap/ha (AFP, AP, dpa, Reuters)