AS Kenakan Sanksi Terhadap Menlu Iran, Presiden Rouhani: ″Kekanak-kanakan″. | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.08.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

AS-Iran

AS Kenakan Sanksi Terhadap Menlu Iran, Presiden Rouhani: "Kekanak-kanakan".

Pemerintah AS memblokir aset Menlu Iran Javad Zarif yang ada di AS dan meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam sengketa Selat Hormuz. Kalangan pengamat menilai langkah itu makin menjauh dari upaya solusi diplomatik.

Amerika Serikat hari Rabu (31/07) menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif sebagai bentuk eskalasi baru dalam ketegangan diplomatik anatara kedua negara.

Departemen Keuangan AS mengatakan, Javad Zarif terkena sanksi karena dianggap sebagai kepanjangan tangan Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei dan Garda Revolusi Iran, yang masuk daftar organisasi teroris AS.

"Amerika Serikat mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran bahwa perilakunya baru-baru ini benar-benar tidak dapat diterima," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan.

Departemen Keuangan AS mengatakan, Javad Zarif menyebarkan "propaganda dan disinformasi" melalui media sosial, dan kementeriannya telah berkoordinasi dengan salah satu "entitas negara paling jahat di Iran," yaitu pasukan elit Quds dari Garda Revolusi Iran.

Tonton video 00:27

Maas: Germany will not join US-led Gulf protection mission

Pemblokiran aset dan larangan berbisnis

Dengan pemberlakuan sanksi itu, AS memblokir aset Javad Zarif yang ada di Amerika Serikat dan melarang lembaga keuangan AS melakukan bisnis dengannya. Sanksi itu juga bisa membuat institusi asing di berbagai negara segan melakukan transaksi dengan dia, karena khawatir terkena sansi AS.

Masih belum jelas, apakah sanksi itu akan berdampak pada kehadiran Menlu Iran dalam sidang-sidang PBB di New York. Washington terikat oleh perjanjian internasional, meskipun bisa juga membatasi pergerakannya.

Javad Zarif menanggapi lewat Twitter dan mengatakan, kebijakan AS itu tidak berpengaruh terhadap dirinya dan keluarga "karena saya tidak memiliki properti atau kepentingan di luar Iran. "Terima kasih telah menganggap saya ancaman yang begitu besar bagi agenda Anda," cuitnya.

Presiden Rouhani sebut sanksi AS "kekanak-kanakan"

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan hari Kamis (01/08), keputusan AS untuk menjatuhkan sanksi pada Menlu Javad Zarif menunjukkan Washington takut pada diplomat top itu.

"Mereka takut dengan wawancara-wawancara menteri luar negeri kami," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi, merujuk pada putaran wawancara yang baru-baru ini diberikan Javad Zarif kepada sejumlah media asing di New York.

"Mereka melakukan hal-hal yang kekanak-kanakan sekarang. Mungkin tidak ada cara yang lebih baik untuk menggambarkan (sanksi) kecuali kekanak-kanakan," kata Rouhani ketika berada di Tabriz, barat laut Iran.

hp/ts (afp, rtr, ap)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait